Fokus Pelabuhan Marunda yang dikelola KCN ialah bongkar muat barang-barang curah.

Denyut perekonomian nasional yang terus berjalan membutuhkan  ketersediaan infrastruktur pendukung seperti pelabuhan.

DKI Jakarta sebagai pusat aktivitas bisnis memliki Pelabuhan Tanjung Priok yang juga menjadi pelabuhan utama bagi pergerakan barang ke dari dan menuju seluruh tujuan di tanah air dan dunia.

Seiring bertumbuhnya perekonomian dan aktivitas bisnis, Pelabuhan Tanjung Priok menjadi penuh sesak dan perlu mendapat dukungan dari pelabuhan di sekitarnya. Salah satu pelabuhan yang dekat Tanjung Priok ialah Pelabuhan Marunda.

Pelabuhan Marunda dioperasikan PT Karya Citra Nusantara (KCN) yang merupakan perusahaan patungan antara PT Karya Teknik Utama (KTU) dan PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero) (KBN).

Pelabuhan KCN atau Marunda merupakan pelabuhan swasta siap pakai, penerima konsesi yang dibangun tanpa menggunakan anggaran APBN dan APBD. Dengan panjang garis pantai 1.700 meter dari Cakung Drain-Sungai Blencong.

Akan terdiri atas Pier 1, Pier 2, Pier 3. KCN saat ini telah mempersiapkan dermaga Pier 1 yang baru beroperasional 800 meter dari seluruh Pier 1 sepanjang 1.950 meter dan luas lahan pendukung 20 hektare dari 42 hektare.

KCN akan terus mengembangkan kelanjutan Pier 1, yaitu Pier 2 dan Pier 3 dengan total panjang dermaga 5.350 meter dan 100 hektare luas lahan pendukung yang akan selesai pada 2023. Meski sempat terhenti akibat ada permasalahan yang saat ini telah inkrah, pembangunan Pier 2 dan Pier 3 tetap dilanjutkan.

Hal ini tidak lepas dari efektifnya pengoperasian dermaga Pier 1 dalam mengurangi beban di pelabuhan Tanjung Priok.

“Hanya dari Pier 1 yang dikelola oleh KCN saat ini mampu mengurangi beban dwelling time Pelabuhan Tanjung Priok hingga 30%,” kata Direktur Utama PT KCN Widodo Setiadi beberapa waktu lalu.

Fokus Pelabuhan Marunda yang dikelola KCN ialah bongkar muat barang-barang curah. “Saat ini pier 1 saja bisa 30%. Aktivitas kami pada bongkar muat barang-barang curah semisal pasir, lit yang menjadi barang baku semen, dan juga bongkar muat tiang pancang untuk berbagai kebutuhan infrastruktur, kuantitas terima bongkar muat akan bertambah apabila dermaga Pier 2 dan Pier 3 telah selesai dibangun” lanjutnya.

KCN sengaja membagi rencana pengembangan Pelabuhan Ma¬runda menjadi tiga pier dengan jarak masing-masing 250 meter agar bisa menampung sebanyak mungkin kapal untuk kegiatan bongkar muat.

Dalam satu waktu pada pier 1 bisa terdapat 50 kapal dengan kapasitas masing-masing 30 ton sampai 45 ton dibongkar muat secara bersamaan.

Jika pier 1-3 dengan total seluas 100 hektare selesai dibangun, KCN dapat melakukan dwelling time terhadap 7.500 ton atau bisa menampung hingga 35-40 juta ton per tahun.

Jika pier 1 hingga 3 beroperasi penuh, KCN menyebut aktivitas di pelabuhan itu dapat menyerap ribuan tenaga kerja.

“Karena kita total ada 100 hektare supporting area dengan total bongkar muat 7.500 ton. Jika itu beroperasi penuh, dari segi truk untuk mengantar barang muatan saja bisa 4.000 truk per hari. Itu baru dari rit truk, belum dari petugas operasi, kebersihan dan lain-lain sehingga proyek ini sangat potensial mengurangi pengangguran,”tandasnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubung¬an Budi Karya Sumadi juga pernah menyatakan pembangunan Pelabuhan Marunda, Jakarta Utara, penting untuk menopang kegiatan di Pelabuhan Tanjung Priok, yakni melayani bongkar-muat produk curah, seperti batu bara dan komoditas cair. Dengan begitu, bisa mengurangi beban di Tanjung Priok yang sudah padat dan memasuki tahap jenuh.

Adapun Anggota Asosiasi Pengusaha Indonesia Carmelita Hartoto menilai keberadaan Pelabuhan Marunda sangat penting dan bisa menopang Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta.

Dia berharap pembangunan pelabuhan baru tersebut bisa terus berjalan dengan lancar sehingga bisa menyempurnakan sistem logistik, terutama yang keluar dan masuk kawasan Jabodetabek.

Investasi pelabuhan, sebut dia, ialah hal yang sangat krusial bagi perekonomian. Jika kapasitas pelabuhan rendah, kegiatan ekonomi akan berjalan dengan lambat.

“Maka itu keberadaan Pelabuhan Marunda penting karena akan sangat membantu Pelabuhan Tanjung Priok,” tutur Carmelita.