Pada Kabinet Indonesia Maju, Basuki Hadimuljono kembali dipercaya memimpin Kementerian PUPR. Begitu pula dengan Budi Karya Sumadi yang kembali didapuk sebagai Menteri Perhubungan.

Presiden Joko Widodo mengaku sudah bosan bekerja bersama Basuki Hadimuljono dan Budi Karya Sumadi. Meski demikian, Presiden masih mempercayai dua sosok itu sebagai pembantunya di Kabinet Indonesia Maju.

Pada Kabinet Indonesia Maju, Basuki Hadimuljono kembali dipercaya memimpin Kementerian PUPR. Begitu pula dengan Budi Karya Sumadi yang kembali didapuk sebagai Menteri Perhubungan.

Jokowi beralasan, sejak periode pertama pemerintahan, kedua orang itu yang kerap menemani Jokowi meninjau proyek pembangunan infrastruktur.

"Bosan. Saya ngomong apa adanya," ucap Jokowi di Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Namun karena ingin menyambungkan infrastruktur dengan kawasan industri kecil pada periode kedua pemerintahannya, Jokowi memilih kembali 2 figur itu.

Menurut dia, Menteri PUPR Basuki dan Menteri Perhubungan Budi Karya sudah terbukti. Presiden Jokowi berharap target tersebut bisa tercapai.

"Infrastruktur itu tidak hanya membangun tol, pelabuhan, Airport. Infrastruktur itu cipta lapangan kerja, kita ingin ada titik-titik ekonomi baru," paparnya.

Selain itu, kata Jokowi, pembangunan infrastruktur dilakukan agar ada keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pembangunan tak hanya di Jakarta dan Pulau Jawa saja, tapi di seluruh Indonesia.

"Seluruh provinsi kita sentuh dengan kehadiran infrastruktur. Dengan itulah pondasi kuat dan indeks daya saing akan terlihat naik," kata Jokowi.

Sementara itu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono memiliki 3 kata yang menggambarkan saat bekerja dengan Jokowi, yakni nikmat karena dipercaya penuh, deg-degan karena ditarget banyak hal, dan terukur.