Gerak Rupiah terlihat konsisten menapak zona penguatan di sepanjang sesi pagi ini, Selasa (12/11).

Sesi perdagangan saham pagi hari kedua pekan ini, Selasa (12/11) akhirnya diwarnai dengan gerak sempit  indeks harga saham gabungan (IHSG). Gerak IHSG yang sulit  untuk membukukan lonjakan tajam ini sekaligus sesuai dengan perkiraan sebelumnya.

Pelaku pasar terlihat masih terseret dalam keraguan dari sentimen dagang AS-China. Serangkaian sentimen terkini yang hinggap dinilai masih belum mampu  meyakinkan investor. Ketidakpastian dari hasil perundingan dagang AS-China masih menjadi perhatian besar.  Minimnya sentimen eksternal dan internal ini kemudian mengakibatkan gerak indeks terjebak di rentang terbatas.

Hingga sesi perdagangan pagi ditutup di Jakarta, IHSG tercatat hanya menurun tipis 0,07% untuk terhenti di 6.144,16.  Sementara pantauan dari sesi perdagangan di Asia menunjukkan,   indeks Nikkei (Jepang) menguat tipis 0,13% untuk berada di  23.361,01.

Indeks Hang Seng di bursa saham Hong Kong naik tipis 0,08% untuk menyisir posisi 26.947,66,   sementara indeks ASX200 (Australia) mengalami koreksi teknikal dengan menurun 0,5% untuk berada di posisi 6.738,5, dan indeks KOSPI (Korea Selatan) yang naik 0,19% untuk berada di 2.128,15.

Seragamnya gerak indeks di rentang terbatas juga seiring dengan laporan dari pasar valuta. Hingga siang ini, nilai tukar Rupiahbterhadap Dilar AS tercatat bertengger di kisaran Rp14.045  atau menguat  tipis 0,09%.

Gerak sempit nilai tukar Rupiah ini terjadi di tengah terbatasnya rentang gerak indeks Dolar AS, di mana hingga siang ini masih bertahan di atas level 98.