Harga Emas diyakini segera menunggu waktu untuk melakukan gerak balik kenaikan yang tajam dan mengejutkan.

Sentimen dari ketidakpastian hasil perundingan dagang AS-China yang masih bertahan terlihat membuat gerak harga Emas kembali turun di sesi perdagangan awal pekan ini, Senin (11/11). Pantauan menunjukkan, gerak harga komoditas logam bersinar kuning itu yang telah ditutup di kisaran $1.457,1 per Ounce atau telah berada di level terendahnya dalam levbih dari tiga bulan terakhir.

Sementara sentimen yang mengiringi dari bertahannya keraguan hasil perundingan dagang AS-China, gerak turun yang terjadi kali ini terlihat sedikit ‘dipaksakan’ dan oleh karenanya diyakini sekedar menunggu waktu untuk segerra berbalikl melakukan gerak naik yang tajam.

Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, sentimen dari hasil perundingan dagang AS-China yang hingga kini masih menemui ketidakpastian untuk mampu menyegel kesepakatan dagang parsial yang telah dicapai beberapa pekan lalu di Washington.

Laporan menyebutkan, pihak petinggi China yang sempat mengklaim bahwa Washington dan Beijing telah sepakat untuk menghapus tarif masuk yang kini berlaku di masing-masing negara. Namun klaim petinggi China itu dibantah oleh sejumlah pihak di Gedung Putih.

Bahkan Presiden AS Donald Trump dengan tegas menyatakan bahwa pihaknya masih belum menyetujui penghapusan tarif masuk yang dimaksud China.  Ketidakpastian akhirnya mewarnai perundingan dagang AS-China.

Dan  pada sesi perdagangan hari kedua pekan ini, Selasa (12/11) pelaku pasar terlihat sedang sangat menantikan pernyataan lebih jelas dari Trump.     Seperti diagendakan sebelumnya, Presiden Trimp yang akan memberikan pernyataannnya dalam sebuah forum diskusi ekonomi di New York pada hari ini.  Pelaku pasar akan memberikan perhatian penuh pada pernyataan Trump yang diekspektasikan menyangkut hubungan dagang AS-China.