Keempat Staf Khusus Meneteri BUMN bertugas menopang upayanya dalam membenahi perusahaan BUMN

Setelah mendapatkan dua wakil menteri, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Tohir juga menunjuk empat staf khusus (stafsus). Keempatnya bertugas menopang upayanya dalam membenahi perusahaan BUMN, bersama dengan dua wakil menteri BUMN yang sudah ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Berikut empat stafsus yang baru saja ditunjuk oleh Menteri BUMN:

1.Muhammad Ikhsan

Muhammad Ikhsan akan menjadi stafsus yang memberikan masukan terkait makro ekonomi. Ikhsan juga merupakan salah satu guru besar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Dia juga pernah menjadi stafsus Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla.

2. Nanang Pamuji

Nanang adalah profesord di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Nantinya Nanang bertugas memberika masukan dan saran agar BUMN bisa membangun talenta manajemen dan meningkatkan inovasi di tengah era disrupsi.

3. Anhar Adel

Anhar merupakan mantan Sekretaris Utama Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Dia akan membantu Menteri BUMN terkait hubungan lembaga dan dengan kementerian sehingga sinergi dengan institusi lain terus terjaga.

"Siap," kata Arya singkat, saat dikonfirmasi soal empat nama stafsus Menteri BUMN, Sabtu siang (9/11/2019).

4. Arya Sinulingga

Arya merupakan praktisi media lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB). Dia akan membantu Erick di bidang komunikasi publik. Arya juga dikenal sebagai politisi Perindo dan disebut sebagai tangan kanan Hary Tanoesoedibjo. 

Sebelumnya Arya juga mantan Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf. Setelah ditunjuk ditunjuk menjadi stafsus di bidang komunikasi publik, ia mengundurkan diri dari Perindo.

"Iya ditunjuk sebagai staf khusus di bidang komunikasi publik, untuk membantu memulihkan narasi-narasi BUMN yang selama ini dipersepsikan kurang baik," kata Arya.

Menurut Arya, agenda yang akan coba dikomunikasikan ialah bagaimana sorotan publik belakangan ini terkait dengan kinerja dan persepsi BUMN, mulai dari kinerja perusahaan pelat merah di pasar modal, kisruh kerja sama dengan swasta misalnya Sriwijaya Air dan Garuda Indonesia, serta BUMN-BUMN lainnya.

Dia juga berkomitmen akan bekerja maksimal dan memperbaiki citra BUMN atau narasi di mata publik.

"Kami akan membenahi narasi-narasi di BUMN-BUMN supaya lebih baik kepada masyarakat," katanya.