Harga minyak untuk jenis WTI melonjak 0,51% untuk menutup sesi pekan ini, Jumat (8/11) di $57,44 per barel.

Gerak harga minyak dunia akhirnya kembali mampu menutup sesi perdagangan pekan ini dengan lonjakan signifikan. Setelah sempat tertekan di beberapa hari sesi perdagangan sebelumnya, harga minyak berbalik naik di sesi akhir pekan ini, Jumat (8/11) seiring dengan masih bertahannya sentimen positif dari perundingan dagang AS-China.

Laporan sebelumnya menyebutkan, Juru bicara  kementerian luar negeri China, Gao Feng mengklaim  bahwa AS dan China telah sepakat untuk menghapus tarif masuk di masing-masing negara guna segera  menyegel  kesepakatan dagang parsial.  Gao Feng dalam kesempatan yang sama juga mengklaim bahwa AS dan China telah semakin dekat untuk menyegel kesepakatan dagang parsial.

Namun laporan terkini yang berhasil dihimpun menunjukkan, Presiden AS Donald Trump yang mengklaim ketidaksetujuannya pada penghapusan tarif masuk tersebut. Laporan lebih jauh juga menyebutkan, tentangan yang cukup sengit terjadi di Gedung putih atas klaim petinggi China tersebut.

Sentimen dari pernyataan manis petinggi China tersebut terlihat masih ampuh untuk mengangkat kembali harga minyak.  Pelaku pasar terlihat masih terjebak dalam optimisme hingga terus memburu minyak. Konsekuensinya, harga minyak untuk jenis WTI yang kembali melonjak 0,51% untuk menutup pekan ini di $57,44 per barel.

Meski sejumlah analis kini mulai mencurigai bahwa klaim petinggi China tersebut mungkin sekedar strategi untuk memberikan tekanan pada Washington, namun sentimen dari stratetgi tersebut nyatanya ampuh untuk kembali mengerek harga minyak. China nampaknya memang lihai dan harga minyak dunia jadi makin mahal.