Harga emas dunia kembali runtuh 0,45% di sesi akhir pekan ini, Jumat (8/11).

Sesi perdagangan akhir pekan ini, Jumat (8/11) akhirnya ditutup dengan gerak runtuh lebih lanjut pada komoditas logam yang strategis, Emas. Pantauan menunjukkan, harga emas yang  dalam sesi perdagangan yang berakhir beberapa jam lalu itu terhenti  di $1.459,8 per Ounce atau kembali runtuh 0,45%.

Posisi terkini harga emas sekaligus telah berada di titik terlemahnya dalam tiga bulan terakhir. Rangkaian optimisme dari jalannya perundingan dagang AS-China menjadi latar utama  kerontokan harga emas dalam sepanjang pekan ini.

Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, pernyataan dan Klaim pejabat tinggi China yang menyebut bahwa AS dan China telah sepakat untuk menghapus tarif masuk yang berlaku untuk segera menyegel kesepakatan dagang parsial.

Meski dalam sejumlah kabar terkini menunjukkan pertentangan yang sangat sengit dari sejumlah pihak di Gedung Putih atas klaim petinggi China itu, namun investor terlihat telah dengan panik melakukan langkah antisipasi dengan keluar dari pasar emas.

Gerak harga emas akhirnya kembali turun signifikan setelah di beberapa hari sesi perdagangan sebelumnya terkoreksi curam. 

Meninjau serangkaian sentimen terkini yang menjadi landasan penurunan curam harga emas dunia, sesi perdagangan pekan depan diyakini akan menjadi masa dengan gerak tajam harga emas. Hal ini mengingat sentimen optimisme dari perundingan dagang AS-China yang sesungguhnya sangat rentan untuk segera membalik optimisme pasar.

Klaim petinggi China bahwa perundingan dagang segera menyegel kesepakatan dagang parsial, kini telah menghadapi tentangan serius dari sejumlah pihak di Gedung Putih. Buila tentangan dari Gedung Putih ini terus berlanjut, maka sentimen dagang akan dengan cepat berbalik menghadirkan pesimisme untuk menghancurkan bursa saham dan sangat mungkin akan melonjakkan harga emas dunia dalam rentang yang mengejutkan.