Sejumlah pihak menilai klaim petinggi China soal penghapusan tarif masuk sekedar strategi untuk menekan Washington.

Serangkaian kabar terkini dari jalannya perundingan dagang AS-China nampaknya telah memasuki babak baru. Laporan sebelumnya menyebutkan, pihak pejabat tinggi China yang dengan meyakinkan menyebut bahwa Washington dan Beijing telah sepakat untuk menghapus tarif msuk yang kini berlaku di masing-masing negara.

Juru bicara  kementerian luar negeri China, Gao Feng mengyatakan hal itu Kamis (7/11) lalu yang dengan cepat  mendapat respon positif di pasar saham global  dan  bahkan pasar komoditas penting dunia.  Gao Feng dalam kesempatan yang sama juga mengklaim bahwa AS dan China yang telah semakin dekat untuk menyegel kesepakatan dagang parsial.

Namun laporan terkini yang berhasil dihimpun menunjukkan, Presiden AS Donald Trump yang mengklaim ketidaksetujuannya pada penghapusan tarif masuk tersebut. Laporan lebih jauh juga menyebutkan, tentangan yang cukup sengit terjadi di Gedung putih atas klaim petinggi China tersebut.

Sementara perundingan dagang masih berlangsung untuk menyegel kesepakatan parsial yang substansial, klaim petinggi China diyakini oleh sejumlah pihak sebagai sekedar strategi perunding China untuk memberikan tekanan pada Washington.

Laporan  lebih lanjut juga menyebutkan, pihak perunding AS yang hingga kini masih belum memberikan tanggapan atas serangkaian kabar pertentangan sengit di Gedung Putih maupun menyangkut kesepakatan penghapusan tarif.

Jika benar pernyataan Gao Feng merupakan sekedar strategi perunding China untuk menenkan Washington, tentu sangat berpeluang untuk  memantik kematrahan Presiden Trump yang tersohor dengan ceplas-ceplos dan penuh kejutannya itu.

Rangakaian peristiwa terkini ini memang menarik untuk diikuti, namun yang lebih penting untuk dilihat adalah betapa China dalam perundingan telah memperlihatkan langkah dan strategi yang  ulet, kukuh, dan bahkan licik sekalipun untuk menghadapi negara sekelas Amerika Serikat.