Investor terlihat masih belum melihat sentimen dagang AS-China akan berbalik menjadi rawan.

Sesi perdagangan saham akhir pekan ini, Jumat (8/11) akhirnya kembali ditutup dengan gerak naik di bursa saham Wall Street. Meski besaran kenaikan yang dibukukan masih dalam rentang terbatas, namun seluruh indeks Wall Street telah kembali berhasil membukukan trekor tertingginya sepanjang sejarah.

Dalam sesi perdagangan yang berakhir beberapa  jam lalu itu,  sentimen dari perundingan dagang AS-China yang sesungguhnya masih berada dalam kerawanan menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengklaim bahwa pihaknya belum menyepakati penghapusan tarif masuk secara bertahap sebagaimana diklaim pejabat tinggi China.

Namun sikap pelaku pasar kemudian masih mampu bertahan di zona optimis dengan berbalik melakukan aksi akumulasi hingga menghantarkan indeks di zona hijau.  Hingga sesi perdagangan ditutup, indeks DJIA tercatat naik sangat tipis 0,02% untuk terhenti di 27.681,24, sementara indeks S&P 500 menguat moderat 0,26% untuk berakhir di 3.093,08, serta indeks Nasdaq yang naik moderat 0,48% untuk menutup sesi pekan ini di 8.475,31.

Pantauan dari jalannya sesi perdagangan menunjukkan, gerak indeks yang sempat menurun menyusul pernyataan dan klaim Trump atas ketidaksetujuannya pada klaim pejabat tinggi China menyangkut penghapusan tarif masuk.

Secara keseluruhan, sikap investor terlihat masih berupaya untuk bertahan optimis  hingga sesi perdagangan berakhir.  Sentimen dari perundingan dagang AS-China, dengan demikian dinilai masih rawan dan sesi perdagangan saham awal pekan depan, Senin (11/11) di Asia sangat mungkin untuk berada dalam tekanan jual.