Bangsa ini sudah capek dengan segala intrik yang mengundang sinisme, kecurigaan satu sama lain.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti rangkulan Ketua Umum NasDem Surya Paloh ke Presiden PKS Sohibul Iman. Jokowi menilai rangkulan itu tak biasa. Apa balasan Surya Paloh?

Sindiran Jokowi itu langsung dijawab Surya Paloh dalam acara Kongres-2 Nasdem yang digelar di Jiexpo Kemayoran, Jakarta pada Jumat malam, (8/11). Menurutnya, partai-partai harus lebih dewasa dan tak saling curiga ketika ada partai koalisi pendukung pemerintah yang menjalin komunikasi dengan oposisi, seperti yang dilakukan NasDem dan PKS.

"Kami berkunjung ke kawan pun dicurigai, ini bangsa model apa? Rangkulan pun dimaknai tafsir kecurigaan. Kita mengaku demokratis, tapi begitu ortodoks dan konservatif," ujar Surya Paloh disambut riuh tepuk tangan para kader, saat menyampaikan sambutan dalam acara Kongres-2 Nasdem.

Fenomena ini, katanya, hanya akan menimbulkan paradoks dan membuat bangsa Indonesia melangkah ke belakang. 

"Bangsa ini sudah capek dengan segala intrik yang mengundang sinisme, kecurigaan satu sama lain. Tingkat diskursus politik yang paling picik di negeri ini, rangkulan dimaknai dengan berbagai macam tafsir dan kecurigaan," ujar Surya.

Belakangan, NasDem didera spekulasi melakukan politik zigzag dengan partai di luar koalisi. Spekulasi ini mencapai puncak ketika Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh bertemu dengan Presiden PKS Sohibul Iman pada Rabu, 30 Oktober 2019 di Kantor DPP PKS di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan. Usai bertemu, keduanya mengekspresikan kedekatannya dengan berangkulan.

Sindiran Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti rangkulan Ketua Umum NasDem Surya Paloh ke Presiden PKS Sohibul Iman. Jokowi menilai rangkulan itu tak biasa.

Jokowi menyinggung soal rangkulan Paloh ke Sohibul itu kala berpidato di HUT ke-55 Partai Golkar, di Hotel Sultan, kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (6/11/2019). Rangkulan itu disampaikannya saat menyapa Paloh yang juga hadir dalam acara itu.

"Bapak Surya Paloh yang kalau kita lihat malam hari ini lebih cerah dari biasanya. Sehabis pertemuan beliau dengan Pak Sohibul Iman di PKS. Wajahnya cerah setelah beliau berdua berangkulan dengan Pak Sohibul Iman," kata Jokowi.

Rangkulan antara Paloh dan Sohibul sendiri terjadi saat keduanya melakukan pertemuan pada Rabu, 30 Oktober 2019 lalu. Paloh waktu itu berkunjung ke kantor DPP PKS, di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan.

Jokowi mengaku tak tahu makna dari rangkulan itu. Namun, eks Gubernur DKI Jakarta itu merasa tak pernah dirangkul seerat itu oleh ketum parpol koalisinya tersebut.

"Saya tidak tahu maknanya apa tapi rangkulannya tidak seperti biasanya. Tidak pernah saya dirangkul seperti itu oleh Bang Surya seerat beliau merangkul Pak Sohibul Iman," ujarnya.

Dia pun mengaku telah menanyakan langsung perihal pertemuan dan rangkulan itu langsung kepada Paloh. Namun, Paloh, kata Jokowi, enggan menjawab.

"Tadi di holding saya tanyakan ada apa tapi nanti di lain waktu mau dijawab. Saya tanya dong karena beliau masih di koalisi pemerintah," kata Jokowi.