Menurut Hasto, laporan yang dilayangkan Dewi atas nama pribadi. Sebagai seorang warga negara

Caleg gagal asal PDI Perjuangan, Dewi Tanjung, melaporkan penyidik senior KPK, Novel Baswedan, ke polisi. Dewi menyebut kasus penyiraman air keras yang menimpa Novel pada 2017 lalu adalah rekayasa.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menegaskan, laporan polisi yang dibuat Dewi Tanjung bukan sikap resmi partai. Laporan itu juga tidak ada kaitannya dengan PDIP.

"Yang dilakukan Dewi Tanjung tidak ada kaitannya dengan PDI-P dan bukan sikap resmi partai," ujar Hasto di Jakarta, Jumat (8/11/2019).

Menurut Hasto, laporan yang dilayangkan Dewi atas nama pribadi. Sebagai seorang warga negara, Dewi dinilai memiliki hak untuk menyatakan pendapat karena dijamin konstitusi.

Hasto kemudian menyinggung pengalamannya yang pernah melaporkan Abraham Samad saat masih menjabat sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Saat itu, Samad diduga menyalahgunakan wewenang demi bertemu elite PDI-P.

Baca Juga:  Laporkan Novel Baswedan ke Polisi, Ini Sosok Politisi PDIP Dewi Tanjung

Menurut Hasto, laporan Dewi konteksnya sama dengan laporan yang pernah dibuatnya saat itu.

"Sama ketika saat itu saya mempersoalkan terhadap penyalahgunaan yang dilakukan Pak Abraham Samad. Itu murni bagaimana tanggung jawab pribadi di dalam menegakkan kebenaran di atas kebenaran," ujar Hasto.

Dalam laporannya, Dewi menuduh Novel melakukan penyebaran berita bohong melalui media elektronik. Menurut Dewi, Novel telah merekayasa peristiwa penyiaraman air keras oleh orang tak dikenal pada 11 April 2017 silam.

"Ada beberapa hal janggal dari semua hal yang dialami, dari rekaman CCTV, bentuk luka, perban, dan kepala yang diperban. Tapi, tiba-tiba malah mata yang buta," kata Dewi.

Ia menganggap reaksi Novel saat disiram air keras tak seperti korban terkena siraman air keras.

Wanita kelahiran Padang, 15 Januari 1980 tersebut memiliki nama lengkap Hj S Dewi Ambarwati. Ia tercatat sebagai calon legislatif (caleg) DPR RI Daerah Pemilihan Jawa Barat V pada Pemilu 2019 lalu.

Namun, Dewi tak lolos ke Senayan karena hanya meraup 7.311 suara. Ia kalah dari pesaingnya, Adian Napitupulu yang memperoleh suara sebanyak 80.228.

Baca Juga:  Duga Novel Baswedan Ganti Skenario, Dewi Tanjung Lempar Tantangan Ini

Laporan Dewi menuai kecaman. Khususnya dari kuasa hukum Novel.

Salah seorang anggota kuasa hukum Novel, Saor Siagian mengatakan, Dewi semestinya cukup menemui Novel dan membuka rekam medis Novel jika meragukan penyerangan terhadap Novel.

"Orang sudah dapat serangan kok malah dipolisikan, bukan malah bersimpati memeberikan kembang atau apa tetapi malah mempolisikan gitu lho. (Novel) sudah korban kemudian dikorbankan," ujar Saor.