Gerak naik indeks Wall Street terpantau dikontribusi secara signifikan oleh saham-saham yang dinilai sensitif dengan pasar China.

Sesi perdagangan saham hari keempat pekan ini, Kamis (7/11) di bursa Wall Street akhirnya kembali ditutup dengan gerak menguat signifikan untuk sekaligus membukukan rekor tertingginya sepanjang sejarah. Seluruh indeks Wall Street terpantau melonjak gembira menyusul sentimen terkini yang positif dari perundingan dagang AS-China.

Laporan menyebutkan, pernyataan juru bicara kementerian luar negeri China Gao Feng yang kali ini menjadikan investor beralih ke sikap optimis. Feng dalam sebuah kesempatan mengklaim bahwa AS dan China telah mencapai kemajuan dengan sepakat untuk menghapus tarif masuk yang kini berlaku secara simultar dan proporsional.

Feng dalam kesempatan yang sama juga menekankan bahwa AS-China kini telah semakin dekat untuk menyegel kesepakatan dagang parsial tahap pertama.

Pernyataan Feng tersebut  seakan langsung memupus kekhawatiran sebelumnya yang datang dari pemberiataan Reuters bahwa penundaan pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping  untuk menandatangani kesepakatan dagang parsial.

Aksi akumulasi akhirnya kembali terjadi untuk mengangkat indeks Wall Street lebih tinggi. Hingga sesi perdagangan berakhir, indeks DJIA menguat 0,66% untuk menutup sesi di 27.674,8, sementara indeks S&P 500 menguat 0,27% untyuk terhenti di 3.085,18, serta indeks Nasdaq yang melonjak 0,28% untuk berakhir di 8.434,52.

Pantauan menunjukkan, saham-saham yang sensitif dengan pasar China yang kali ini membukukan lonjakan fantastsi seperti Qualcomm dan Baidu.