IHSG diyakini akan mampu membukukan lonjakan tajam di sesi akhir pekan ini, Jumat (8/11).

Mengawali sesi perdagangan akhir pekan ini, Jumat (/11), gerak indeks di bursa saham utama Asia terlihat kompak untuk menginjak zona positif. Sikap pelaku pasar di Asia terlihat mencoba untuk mengkompensasi kegagalan di sesi perdagangan kemarin dalam merespon pernyataan atau klaim juru bicara menteri luar negeri China yang positif menyangkut perundingan dagang AS-China.

Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, juru bicara kementerian Luar Negeri China, Gao Feng yang mengklaim bahwa   AS dan China telah mencapai kemajuan dengan sepakat untuk menghapus tarif masuk yang kini berlaku secara simultan dan proporsional.

Feng dalam kesempatan yang sama juga menekankan bahwa AS-China kini telah semakin dekat untuk menyegel kesepakatan dagang parsial tahap pertama. Sementara pada sesi perdagangan kemarin gerak indeks di Asia terlihat hanya mampu membukukan gerak naik tipis.

Setelah bursa Wall Street dalam sesi perdagangan yang berakhir beberapa jam lalu merespon dengan sangat positif klaim pejabat China itu, kini pelaku pasar di Asia nampaknya tergiring untuk turut melakukan aksi akumulasi.

Gerak naik indeks akhirnya tak terhindarkan, hingga sesi perdagangan pagi ini berlangsung, indeks Nikkei (Jepang) melompat 1,01% untuk menjangkau posisi 23.565,24, sedangkan indeks ASX 200 (Australia) menguat 0,18% untuk berada di posisi 6.738,4, serta indeks KOSPI (korea Selatan) yang naik 0,45% untuk berada di 2.154,04.

Dengan bekal yang cukup menggembirakan di bursa regional ini, prospek indeks harga saham gabungan (IHSG) di bursa saham Indonesia yang akan dibuka sesi perdagangannya beberapa menit ke depan diyakini akan mampu melonjak tajam.