Banyak potensi Kulon Progo yang dapat menjadi generator pembangunan DIY

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono melantik Drs. H. Sutedjo sebagai Bupati Kulon Progo, Sisa Masa Jabatan 2019 – 2020, Kamis di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. 

Sutedjo yang sebelumnya menjadi Wakil Bupati Kulon Progo ini dilantik menggantikan bupati sebelumnya, dr. Hasto Wardoyo, Sp. OG. (K)., yang diangkat menjadi Kepala BKKBN Pusat oleh Presiden RI.

Sri Sultan menyampaikan, selain memberikan motivasi dan pengaruh baik, bupati juga harus mampu mengintegrasikan gerak maju seluruh elemen masyarakat dalam mencapai visi-misinya. 

Juga harus mampu menjadi role model bagi bawahannya. Dengan demikian, visi Kulon Progo dalam Penguatan Ekonomi Lokal Berbasis Ekonomi kerakyatan akan berjalan sebagaimana mestinya.

“Bupati harus bisa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan Manunggaling Sedya lan Manunggaling Rasa, Ayo Ambangun Kulon Progo karna Golong Giliging Tekat Nyawiji, yang menjadi acuan Renstra pembangunan daerah,” ungkap Sri Sultan.

Banyak potensi Kulon Progo yang dapat menjadi generator pembangunan DIY. 

Potensi seperti pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta dan Aerotropolis-nya, rekonstruksi Pelabuhan Samudera Tanjung Adikarta, akselerasi pembangunan Kawasan Industri Sentolo, infrastruktur konektivitas Bandara dan Bedah Menoreh, Jalur Jalan Lintas Selatan, dan lainnya menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dengan baik oleh bupati terlantik.

Sri Sultan berharap agar nantinya bupati terlantik ini mampu  melanjutkan program pembangunan yang telah dicanangkan bupati sebelumnya. 

Visi Misi Kulon Progo yang telah tertuang dalam RPJMD 2017-2022  tersebut harus mampu dicapai dan diwujudkan oleh bupati terlantik.

“Kepemimpinan bupati ini hendaknya dapat melanjutkan apa yang sudah dirintis oleh kepemimpinan sebelumnya, dan mewujudkan potensi itu menjadi realisasi demi sebesar-besar kesejahteraan rakyat,” ujar Sri Sultan mewanti-wanti.

Sementara itu sebagai bupati terlantik, Sutedjo mengaku siap untuk menyelesaikan program kerja bupati terdahulu. 

Program tersebut menurut Sutedjo merupakan komitmen bersama sehingga akan diperjuangkan keberhasilannya semaksimal mungkin dan membawa Kulon Progo lebih maju. 

Dirinya berharap, program-program tersebut akan selesai dalam satu periode.

Sutedjo mengaku, saat ini banyak investor yang tertarik untuk berinvestasi terhadap potensi Kulon Progo. “Kami mengadakan gathering beberapa hari terakhir ini untuk para investor. 

Ternyata banyak investor yang tertarik dengan potensi yang ada Kulon Progo. Sehingga jika diibaratkan, Kulon Progo seperti gadis cantik yang memikat banyak minat dari lawan jenis,” jelas Sutejo.

Disinggung soal siapa yang nantinya akan menjadi pendampingnya dalam memimpin Kulon Progo, Sutedjo menegaskan, siapapun tidak masalah. 


Namun Sutedjo menegaskan, pendampingnya annti harus orang yang memiliki komitmen dan bisa bekerjasama membangun Kulon Progo serta menyejahterakan masyarakatnya.   

Hadir dalam acara tersebut, Anggota DPR RI dan DPD RI, DPRD DIY, DPRD Kulon Progo, Anggota FORKOPIMDA DIY dan Kabupaten Kulon Progo, Wakil Gubernur DIY, Gubernur AAU dan Komandan LANUD Adisucipto, Komandan LANAL Yogyakarta, Mantan Bupati Kulon Progo, para Bupati/Walikota se-DI Y, serta masyarakat Kulon Progo yang diwakili oleh kepala desa se-Kulon Progo.