IHSG hanya mampu mengikis pelemahan menyambut pernyataan pejabat China, namun masih melemah tajam.

Sikap pelaku pasar di Jakarta akhirnya gagal mengikuti irama perubahan yang sedang mendera bursa saham Asia. Sentimen terkini dari ketidakpastian penundaan penandatanganan kesepakatan dagang parsial AS-China oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.  Gerak indeks harga saham gabungan (IHSG) akhirnya harus takluk di zona merah hingga sesi perdagangan hari ini, Kamis (7/11) ditutup.

Laporan yang beredar  sebelumnya menyebutkan, agenda penandatanganan kesepakatan dagang parsial AS-China yang dipastikan tertunda namun belum jelas kapan dan di mana akan dilakukan penandatanganan oleh Trump dan Xi.  Kabar lebih lanjut hanya menyebutkan, penandatanganan yang mungkin akan dilakukan sekitar  awal Desember depan.

Sementara sentimen internal yang cukup positif dari rilis data cadangan devisa yang meningkat dari Bank Indonesia terlihat tak mampu menyurutkan tekanan jual yang menderas di bursa saham Indonesia.  Bank Indonesia mengklaim, jumlah cadangan devisa untuk bulan Oktober lalu yang meningkat hingga menjadi sebesar $126,7 miliar.

Sentimen positif terkini dari pernyataan pejabat tinggi China yang mengklaim perundingan dagang AS-China telah sepakat untuk menghapus tarif masuk yang kini berlaku, terlihat belum mendapatkan respon setimpal dari pelaku pasar di Indonesia.  Gerak turun IHSG terlihat masih bertahan dalam rentang tajam untuk menutup sesi hari ini dengan anjlok 0,83% di 6.165,62.

Sementara laporan positif datang dari bursa saham utama Asia, di mana hingga sesi perdagangan ditutup,   indeks Nikkei (Jepang) menguat 0,11% untuk berada di posisi 23.330,32,  indeks Hang Seng (Hong Kong) menguat  0,57% untuk menyisir posisi 27.847,23, sementara indeks ASX 200 (Australia) melonjak 1,0% untuk menjangkau posisi 6.726,6, serta indeks KOSPI (Korea Selatan) yang naik 0,01% untuk menyisir posisi 2.144,29.

Gerak menggembirakan juga dibukukan oleh mata uang Rupiah yang mampu beralih menguat di sesi perdagangan sore. Terkini  Rupiah diperdagangkan di kisaran Rp13.990 per Dolar AS atau menguat 0,14% seiring dengan penguatan yang mendera hampir seluruh mata uang Asia.