Jabatan Wakil Panglima TNI kembali dihidupkan Presiden Joko Widodo. Padahal jabatan ini sudah dihapus di era Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur 20 tahun lalu.

Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman, memberi penjelasan kebijakan tersebut. Menurutnya, jabatan itu dihidupkan karena ada tugas prioritas yang akan diberikan Presiden. Hal yang sama juga berlaku saat Jokowi menunjuk wakil menteri untuk sejumlah kementerian.

"Posisi terkait dengan wakil menteri, wakil panglima, jelas kriterianya dari Bapak, selalu untuk menangani tugas khusus atau tugas prioritas," kata Fadjroel di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Baca Juga:  Jokowi Hidupkan Lagi Jabatan Wakil Panglima TNI yang Dihapus Gus Dur

Namun, Fadjroel tidak tahu tugas khusus apa yang akan diberikan Jokowi kepada wakil panglima nanti. "Periksa saja, dari semua wamen, pasti kriteria tugasnya adalah tugas prioritas yang ingin dikembangkan pemerintah," kata Fadjroel.

"Saya bisa jawab sebatas itu," sambungnya.

Saat ditanya lagi apakah dihidupkannya lagi wakil panglima ini merupakan permintaan dari Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Fadjroel juga tak bisa mengonfirmasi. Ia meminta wartawan bertanya langsung kepada Hadi.

"Lebih baik ditanyakan pada panglima TNI, karna itu kebutuhan kan. Biasanya kebutuhan langsung," kata dia.

Aturan soal Wakil Panglima TNI ini tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 65 Tahun 2019 tentang Susunan Organisasi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Keberadaan Wakil Panglima TNI diatur dalam Pasal 13 ayat (1).

"Markas Besar TNI meliputi: a. unsur pimpinan terdiri atas: 1. Panglima; dan 2. Wakil Panglima," demikian bunyi perpres yang dikutip dari laman resmi Sekretariat Negara.

Berdasarkan perpres ini, jabatan wakil panglima TNI ditujukan untuk perwira tinggi dengan pangkat jenderal atau bintang empat. (Baca Isi Perpres itu di tautan ini)

Jabatan Wakil Panglima TNI terakhir muncul pada 20 tahun lalu. Wakil panglima terakhir dijabat oleh Fachrul Razi.

Setelah Fachrul purna tugas, Presiden saat itu Abdurrahman Wahid atau Gus Dur menghapus jabatan wakil panglima TNI. Fachrul sendiri kini menjabat sebagai menteri agama di Kabinet Indonesia Maju.