Harga Emas terpantau bertengger di $1.493,1 per Ounce di sesi penutupan pertengahan pekan ini, Rabu (6/11).

Setelah tersungkur sangat curam di sesi perdagangan awal pekan ini, gerak harga Emas terlihat mampu membukukan gerak balik kenaikan signifikan dalam sesi perdagangan pertengahan pekan ini, Rabu (6/11). Laporan menyebutkan, sikap pelaku pasar yang dengan cepat berubah merespon kabar terkini dari hasil perundingan dagang AS-China.

Sejumlah laporan terkini yang beredar menyebutkan, pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping yang dipastikan tertunda untuk menandatangani kesepakatan dagang parsial yang telah cicapai di Washington beberapa pekan lalu.

Namun kabar penundaan tersebut hingga kini masih belum merinci tentang waktu dan tempat akan dilakukan penandatanganan kesepakatan tersebut. Sebelumnya penandatangan oleh Trump-Xi diagendakan terjadi di bulan November ini, dan kabar penundaan ini mulai memantik keraguan investor pada prospek hasil perundingan dagang yang sesungguhnya.

Pelaku pasar kini juga mulai curiga, perundingan dagang AS-China yang masih alot dengan terjadinya penundaan penandatanganan yang disertai dengan ketidakpastian waktu dan tempatnya.

Sikap pesimis akhirnya kembali tumbuh dan investor dengan cepat berbalik melakukan aksi borong pada komoditas logam yang strategis, Emas. Gerak harga logam bersinar kuning itu akhirnya melonjak tajam untuk kini kembali mendekati level psikologis pentingnya di kisaran $1.500 per Ounce.

Harga Emas terpantau bertengger di $1.493,1 per Ounce dalam penutupan sesi perdagangan beberapa jam lalu setelah melonjak 0,65%.