Keraguan investor kali ini membuat gerak indeks yang nyaris tak bergerak dalam sesi perdagangan Rabu (6/11).

Menjalani sesi perdagangan pertengahan pekan ini, Rabu (6/11), gerak indeks di bursa Wall Street kembali terjebak dalam keraguan. Sikap investor terlihat semakin ragu dalam menilai prospek penandatanganan hasil perundingan dagang AS-China oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.

Laporan terkini yang beredar menyebutkan, pertemuan Trump-Xi yang pasti tertunda hingga sekitar awal Desember dari agenda semula di bulan November.  Namun hingga kini kabar penundaan tersebut masih belum jelas menyangkut kapan akan dilangsungkan pertemuan serta waktu.

Pelaku pasar akhirnya mulai meragukan prospek penandatanganan hasil perundingan dagang yang sebelumnya  diklaim telah mencapai kesepakatan dagang parsial fase pertama yang substansial itu. Laporan lebih rinci hanya menyebutkan, agenda Presiden Trump yang akan melakukan kunjungan ke London pada 3-4 Desember depan untuk menghadiri pertemuan para pemimpin NATO.

Pertemuan Trump-Xi diperkirakan akan berlangsung sebelum atau sesudah lawatan Trump ke London tersebut.

Keraguan investor akhirnya sulit dihindarkan hingga sesi perdagangan ditutup beberapa jam lalu. Indeks DJIA menutup sesi dengan flat alias turun hanya 0,00% untuk terhenti di 27.492,56, sedangkan indeks S&P 500 naik sangat tipis 0,07% untuk berakhir di 3.076,78, dan indeks Nasdaq yang sedikit tergelincir turun 0,29% untuk singgah di 8.410,63.

Dengan bekal keraguan yang kembali datang dari Wall Street ini, sesi perdagangan hari keempat pekan ini, Kamis (7/11)  di Asia, diperkirakan akan turut terjebak dalam keraguan. Gerak indeks diperkirakan kembali terjebak di rentang gerak terbatas.