APBN sebagai instrumen kebijakan untuk mempengaruhi perekonomian melalui alokasi, distribusi, dan stabilisasi

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara memastikan adanya kebijakan APBN yang countercyclical atau mendukung adanya stimulus bagi pertumbuhan dalam menghadapi dinamika kondisi global yang melambat dan diliputi ketidakpastian.
 
“APBN harus hadir sebagai instrumen. APBN itu bukan tujuan. Misalnya target pajak itu harus tercapai sekian (triliun). Itu APBN untuk tujuan. Defisitnya (APBN) 1,7 atau 1,8%, berarti harus tercapai. Apapun yang terjadi pokoknya harus 1,8%. Itu APBN sebagai tujuan. APBN bukan tujuan," kata Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara pada acara BNI Sekuritas Investment Forum Tahun 2019 di Menara BNI Pejompongan, Jakarta.
 
Di dalam forum yang bertemakan "Navigating Through Global Uncertainties" itu, Wamenkeu menekankan bahwa sangat penting menjaga stabilitas domestik di tengah ketidakpastian global dengan menggunakan APBN sebagai instrumen. 

APBN sebagai instrumen kebijakan untuk mempengaruhi perekonomian melalui alokasi, distribusi, dan stabilisasi. 
 
“APBN adalah alat yang kita pakai untuk menjaga dan mengelola momentum perekonomian kita sehingga bisa terus tumbuh, bisa mengurangi kemiskinan, mengurangi inequality (ketidakmerataan) di dalam konteks perekonomian global terutama di tengah ketidakpastian,” pungkas Wamenkeu.