IHSG dan Rupiah terlihat kompak menapak zona pelemahan secara konsisten di sepanjang sesi hari ini, Rabu (6/11).

Setelah menikmati aksi rally yang mengesankan di sesi perdagangan Selasa (5/11) kemarin, Bursa saham Indonesia dan Rupiah akhirnya dengan segera beralih ke zona merah dalam menjalani  sesi perdagangan saham pertengahan  pekan ini, Rabu (6/11).

Sulitnya pelaku pasar di Asia untuk mempertahankan sikap optimis akhirnya membuat investor di Jakarta jatuh dalam tekanan jual meski dalam taraf moderat.  Laporan menyebutkan,  pelaku pasar yang masih mencoba bertahan dengan bekal sentimen dari jalannya perundingan dagang AS-China.

Serangkaian laporan terkini  menyebutkan, pihak perunding China yang semakin mendesak Presiden Trump untuk menghapus rencana penaikkan tarif masuk atas produk China sebagai imbalan disegelnya kesepakatan dagang  parsial yang telah dicapai dalam putaran perundingan di Washington beberapa pekan lalu.

Namun tidak tersedianya kabar terkini yang meyakinkan membuat tekanan jual mulai tumbuh dan sedikit gagal diimbangi tekanan beli yang masih tersedia. Gerak indeks di bursa saham utama Asia akhirnya cenderung tertekan, meski dalam rentang terbatas.

Hingga sesi perdagangan sore ini berakhir, Indeks Nikkei (Jepang) menguat  0,22% untuk berakhir di  23.303,82,  indeks Hang Seng naik tipis  0,02% untuk menutup sesi di  27.688,64, sementara indeks ASX 200 (Australia) terpangkas  0,55% untuk  terhenti di 6.660,2, serta indeks KOSPI (Korea Selatan) yang naik tipis 0,07% dengan singgah di 2.144,15.

Gerak turun juga sulit dihindarkan oleh indeks harga saham gabungan (IHSG) di bursa saham Indonesia. IHSG terlihat konsisten menapak pelemahan terbatas di sepanjang sesi hari ini. IHSG kemudian mengakhiri sesi dengan menurun 0,74% untuk parkir di 6.217,54.

Pola gerak yang tak jauh berbeda juga terjadi pada Rupiah, di mana potensi koreksi teknikal sulit dihindari usai membukukan penguatan di sesi perdagangan kemarin.  Terkini, Rupiah bertengger di Rp14.010 per Dolar AS setelah melemah 0,32%.