Setelah membukukan penguatan gemilang di sesi perdagangan kemarin, kini Rupiah terancam mengalami koreksi teknikal.

Setelah dengan gemilang pada sesi perdagangan kemarin, Selasa (5/11) Rupiah mampu menenggelamkan Dolar AS hingga kisaran Rp13.965, sesi perdagangan pertengahan pekan ini, Rabu (6/11) nampaknya akan menjadi masa koreksi teknikal yang wajar.

Serangkaian sentimen terkini yang hinggap menunjukkan, gerak indeks Dolar AS yang melonjak cukup tajam dalam sesi perdagangan yang berakhir beberapa jam lalu. Laporan menyebutkan, posisi indeks Dolar AS yang ditutup di kisaran 97,98 atau telah kembali sangat dekat dengan level psikologisnya di 98-an.

Lonjakan tinggi indeks Dolar AS, secara otomatis akan menjadi ancaman serius bagi Rupiah untuk bertahan di level terkuatnya saat ini.  Laporan lebih lanjut menyebutkan, gerak naik indeks Dolar AS yang kali ini dipicu oleh rilis data aktivitas non manufaktur AS yang mengalami pertumbuhan untuk bulan Oktober lalu.

Gerak indeks Dolar AS akhirnya menemukan momentum untuk berbalik melonjak setelah dalam beberapa hari sesi perdagangan sebelumnya terjebak dalam zona koreksi.

Pantauan juga menunjukkan, gerak nilai tukar mata uang utama dunia yang telah terpangkas dalam kisaran signifikan sebagai cermin dari berbalik menguatnya indeks Dolar.  Sentimen dari melemahnya sejumlah besar mata uang utama dunia ini tentu akan dengan mudah merambah pada Rupiah dalam menjalani sesi perdagangan hari ini.

Untuk dicatat, pada  sesi perdagangan kemarin, gerak nilai tukar Rupiah yang akhirnya mampu membukukan lonjakan signifikan  setelah di awal sesi pagi sempat terpuruk di zona merah.