Harga Emas dengan cepat langsung menembus lumayan jauh ke bawah level psikologis pentingnya di $1.500 per Ounce.

Gerak harga yang mengejutkan akhirnya ditorehkan di pasar komoditas penting dan strategis dunia, Emas dalam sesi perdagangan hari kedua pekan ini, Selasa (5/11). Dalam sesi perdagangan yang baru ditutup beberapa jam lalu itu, harga Emas terpantau rontok hampir kisaran 2% untuk berakhir di posisi $1.483,7 per Ounce.

Laporan menyebutkan, pelaku pasar yang dengan cepat berbalik melakukan tekanan jual menyusul semakin positifnya sentimen dari jalannya perundingan dagang AS-China. Sebagaimana dimuat oleh sejumlah media internasional, perkembangan terkini dari perundingan dagang tersebut yang terlihat semakin dekat untuk menyegel kesepakatan dagang parsial.

Laporan lebih rinci menyatakan, pihak perunding China yang semakin mendesak Washington untuk menghapus rencana kenaikan tarif masuk atas produk asal China sebagai imbalan disegelnya kesepakatan dagang parsial.

Sementara di sisi lainnya kabar menyangkut tempat penandatanganan kesepakatan dagang parsial yang masih belum pasti  namun diupayakan untuk dilakukan bulan November ini.

Kabar positif tersebut akhirnya menjadikan investor di pasar Emas mulai mempertimbangkan pukulan perang dagang terhadap kinerja perekonomian yang mulai terbatas. Gerak balik tekanan jual akhirnya dilakukan untuk menghempaskan harga Emas langsung menjauh di bawah level psikologis pentingnya di $1.500 per Ounce.

Meski demikian, tinjauan teknikal terkini menunjukkan, prospek harga emas yang masih belum suram di tengah gerak turun tajam kali ini. Harga Emas masih membutuhkan gerak konsisten di bawah kisaran $1.488 per Ounce dalam 7 hari sesi perdagangan untuk memastikan terbentuknya tren jual jangka menengah.  Dan situasi terkini masih memperlihatkan fase ketiadaan tren yang masih diperpanjang.