Seluruh indeks di bursa saham utama Asia terlihat masih mampu bertahan di zona penguatan tipis dalam mengawali sesi pagi ini, Rabu (6/11).

Sesi perdagangan saham pertengahan  pekan ini, Eabu (6/11) di bursa saham utam Asia terlihat mulai menunjukkan sikap ragu investor. Pantauan menunjukkan, gerak indeks di bursa saham utama Asia yang masih cenderung terjebak di rentang sempit dalam mengawali sesi pagi ini.

Gerak indeks yang sempit ini sekaligus mengikuti jejak sesi perdagangan bursa Wall Street sebelumnya yang hanya mampu menutup sesi dengan gerak mixed dan sempit. Laporan menyebutkan, pelaku pasar yang masih mencoba bertahan dengan bekal sentimen dari jalannya perundingan dagang AS-China.

Serangkaian laporan yang hinggap menyebutkan, pihak perunding China yang semakin mendesak Presiden Trump untuk menghapus rencana penaikkan tarif masuk atas produk China sebagai imbalan disegelnya kesepakatan dagang  parsial yang telah dicapai dalam putaran perundingan di Washington beberapa pekan lalu.

Investor kini semakin menaruh perhatian pada perkembangan perundingan dagang AS-China. Secara umum, pelaku pasar masih mengharapkan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping akan segera mencapai kesepakatan dagang yang penting untyuk menghindarkan pukulan lebih buruk pada kinerja perekonomian akibat sengketa dagang.

Dengan bekal sentimen tersebut, pelaku pasar terlihat masih mencoba bertahan dengan sikap optimis. Aksi akumulasi akhirnya masih berlanjut, namun dalam taraf moderat. Hal ini terlihat dari gerak naik indeks yang cenderung terbatas. Hingga ulasan ini disunting, indeks Nikkei (Jepang) menguat 0,27% untuk menjejak posisi 23.315,22, sementara indeks ASX 200 (Australia) naik tipis 0,1% untuk menjngkau posisi 6.703,7, serta indeks KOSPI (Korea Selatn) yang menguat  tipis 0,06% untuk berada di 2.143,98.

Dengan bekal yang masih positif namun rawan ini, prospek indeks harga saham  gabungan (IHSG) di bursa saham Indonesia yang akan dibuka sesi perdagangannya beberapa menit ke depan diyakini akan cenderung turut terjebak di rentang terbatas dan berpeluang melakukan koreksi teknikal.