IHSG dan Rupiah semakin melesat tajam di sesi perdagangan sore ini, Selasa (5/11).

Sentimen yang hinggap di sesi perdagangan hari kedua pekan ini, Selasa (5/11) akhirnya bertambah dari rilis data oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Laporan menyebutkan, BPS  yang mengklaim pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk kuartal ketiga tahun ini yang sebesar 5,02%.

Kinerja pertumbuhan tersebut tercatat sebagai lebih rendah ketimbang kuartal sebelumnya, alias terjadi perlambatan.  Namun kinerja pertumbuhan tersebut tercatat masih seiring dengan ekspektasi pelaku pasar.

Sentimen yang berkembang akhirnya bertahan positif di tengah optimisme perundingan dagang AS-China yang dilaporkan semakin dekat untuk segera menyegel kesepakatan dagang parsial. Optimisme tersebut kemudian tertransformasi dalam aksi akumulasi sejumlah saham untuk kemudian melonjakkan indeks.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) akhirnya menutup sesi hari ini dengan melonjak signifikan 1,35% untuk menyisir posisi 6.264,15.

Sementara laporan dari sesi perdagangan saham di Asia menunjukkan,  sikap pelaku pasar yang belum terlalu antusias dalam menjalani sesi perdagangan pagi ini. Sebagaimana dilaporkan sebelumnya,  sentimen yang kembali bertahan positif dari  bursa Wall Street berkat sokongan sokongan kabar dari perundingan dagang AS-China.

Hingga sesi perdagangan sore ini ditutup,  Indeks Nikkei (Jepang) melompat tajam 1,76% untuk berakhir di 23.251,99, sementara  indeks Hang Seng (Hong Kong) melonjak  0,49% untuk terhenti di posisi 27.683,4, serta   indeks ASX 200 (Australia) naik tipis 0,15% untuk menetap di 6.697,1. Sedangkan pada bursa saham Korea Selatan, indeks KOSPI tercatat menguat 0,58% untuk parkir di posisi 2.142,64.

Gerak menggembirakan juga terjadi di pasar valuta, dengan nilai tukar Rupiah kembali menguat meski sempat terseret di zona merah di awal sesi  pagi. Kini, Rupiah diperdagangkan di kisaran Rp13.965 per Dolar AS atau menguat 0,32%.