Rilis data pertumbuhan ekonomi sebesar 5,02% oleh BPS telah berhasil membuat Rupiah berbalik menguat terhadap Dolar AS.

Sesi perdagangan hari kedua pekan ini, Selasa (5/11) akhirnya benar diwarnai dengan gerak menggembirakan mata uang Rupiah.  Nilai tukar Rupiah terpantau mampu melanjutkan gerak penguatannya meski mengawali dengan gerak merosot di awal sesi pagi. Terkini,  Rupiah diperdagangkan di kisaran Rp14.005 per Dolar AS atau menguat tipis 0,04% setelah sempat memukul Dolar AS di kisaran Rp13.995.

Pelaku pasar terlihat masih mampu bertahan dengan sikap optimis dengan bekal sentimen rilis pertumbuhan ekonomi kuartal II yang mencapai 5,02%.

Sementara laporan dari sesi perdagangan saham di Asia menunjukkan,  sikap pelaku pasar yang belum terlalu antusias dalam menjalani sesi perdagangan pagi ini. Sebagaimana dilaporkan sebelumnya,  sentimen yang kembali bertahan positif dari  bursa Wall Street berkat sokongan sokongan kabar dari perundingan dagang AS-China.

Laporan juga menyebutkan, sentimen hasil perundingan dagang AS-China yang berpadu dengan rilis data ketenaga kerjaan terkini AS.    Namun sentimen tersebut nampaknya kurang meyakinkan bagi pelaku pasaar di Asia untuk melanjutkan tekanan beli yang intens.

Hingga sesi perdagangan siang ini berlangsung,  Indeks Nikkei (Jepang) terpantau melompat tajam 2,0% untuk menjejak kisaran 23.307,73. Sementara  indeks Hang Seng (Hong Kong) naik 0,53% untuk berada di posisi 27.694,49, serta   indeks ASX 200 (Australia) naik tipis 0,18% untuk menjangkau posisi 6.699,0.

Pada bursa saham  Korea Selatan, indeks KOSPI menguat 0,25% untuk menyisir posisi 2.135,53. Pada bursa saham Indonesia, Indeks harga saham gabungan (IHSG) akhirnya menutup sesi pagi ini dengan melonjak  0,62% untuk singgah di posisi 6.218,95.