Investor di pasar Emas dunia terlihat masih belum cukup terlalu dalam menilai optimisme dari serangkaian sentimen yang hinggap.

Kembali positifnya sentimen yang sedang mendera bursa saham Wall Street akhirnya berimbas pada gerak harga komoditas penting dan strategis dunia, Emas. Komoditas logam bersinar kuning itu, kini telah tertahan laju kenaikannya dalam dua hari sesi perdagangan terakhir secara beruntun.

Pantauan menunjukkan, harga emas yang mengalami koreksi moderat untuk berakhir di $1.511,1 per Ounce dalam sesi penutupan perdagangan beberapa jam lalu.  Laporan lebih jauh menyebutkan, bertahannya sentimen positif yang mampu kembali melonjakkan indeks Wall Street akhirnya memaksa investor di pasar Emas untuk menahan diri dari aksi akumulasi lebih lanjut.

Sebagian investor bahkan terlihat mulai keluar dari pasar emas hingga memberikan tekanan jual pada komoditas tersebut.  Sebagaimana dilaporkan di sejumlah media internasional, optimisme pelaku pasar yang kembali bertahan di sesi perdagangan awal pekan ini, menyusul serangkaian kabar terkini dari perundingan dagang AS-China.

Sentimen positif juga hinggap berkat rilis data ketenaga kerjaan AS terkini yang jauh melampaui ekspektsi pasar.  Secara keseluruhan, investor akhirnya mulai meragukan kekhawatiran pada prospek kinerja perekonomian global sebagaimana selama ini hinggap.

Gerak turun harga emas akhirnya menjadi pilihan yang tak terhindarkan, namun gerak turun yanghanya dalam taraf moderat memperlihatkan bahwa investor secara keseluruhan masih belum teryakinkan oleh serangkaian sentimen positif yang ada.

Hal ini sejalan dengan tinjauan teknikal terkini yang menunjukkan pola gerak harga emas yang masih bertahan dalam masa yang panjang di fase ketiadaan tren.