Jokowi hanya menghitung kawan berdasarkan kalkulator semata.

Presiden Joko Widodo alias Jokowi sudah selesaikan membagikan jatah menteri dan wakil menteri pada partai pendukungnya di Pilpres 2019 untuk duduk di Kabinet Indonesia Maju. Namun, ada yang terlupakan, bagaimana jatah Partai Hanura dan PKPI yang juga pendukung Jokowi di Pilpres 2019.

Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir menyayangkan partainya yang tidak mendapatkan kursi di Kabinet Indonesia Maju. Padahal, kata dia, Hanura juga ikut berjuang memenangkan Jokowi dan wakilnya yakni Ma'ruf Amin.

"Kader-kader Hanura berjuang tanpa mengenal lelah untuk memenangkan Jokowi juga," kata Inas pada wartawan, Jumat (25/10).

Menurutnya, Jokowi hanya menghitung pembagian kursi berdasarkan kalkulasi perolehan suara. Padahal, Hanura telah menyumbang 16 kursi di parlemen saat Jokowi-Ma'ruf mendaftarkan diri sebagai Capres dan cawapres.

"Jokowi hanya menghitung kawan berdasarkan kalkulator semata, yakni hanya memandang jumlah suara partai saja," ujarnya.

"Padahal Hanura berkontribusi 16 kursi DPR ketika mendaftarkan capres dan cawapres Jokowi-Maruf di KPU," ucapnya.

Diketahui, Presiden Joko Widodo akan melantik sejumlah wakil menteri yang akan mengisi sejumlah pos kementerian. Pelantikan rencananya akan digelar di Istana Negara Jakarta pukul 14.00 WIB, Jumat (25/10).

"Betul (Presiden akan melantik wakil menteri), jam 14.00 WIB," ujar Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono saat dikonfirmasi.

Penyusunan menteri dan wakil menteri Kabinet Indonesia Maju memang tidak membuat puas parpol, ormas yang merasa berjasa di balik kemenangan Jokowi puas Pilpres 2019. Sebelum mendapat jatah wakil menteri, ormas PBNU dan relawan Pro Jokowi ngambek dan menyatakan kecewa dengan keputusan Jokowi.

Kali ini, posisi apa yang akan diberikan Jokowi untuk mengobati ngambeknya partai besutan Oesman Sapta Odang dan Hendropriyono ini?