Jokowi berulang kali memuji kinerja Basuki Hadimuljono. Bahkan Jokowi menyebut Basuki sebagai Daendels-nya Indonesia.

Basuki Hadimuljono kembali dipercaya untuk membantu Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma'ruf Amin dalam pemerintahan periode 2019-2024. Dia pun kembali diminta untuk mengawal pembangunan infrastruktur nasional.

"Beliau (Jokowi) bilang ke saya, lanjutkan pembangunan infrastruktur," kata Basuki usai menghadap Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/10/2019).

Dimintai penegasan apakah dirinya akan kembali menjadi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki memilih menjawab diplomatis. "Jabatan biar Presiden yang sampaikan," tutur dia.

Pria kelahiran Surakarta, 5 November 1954 itu sudah puluhan tahun berkiprah di Kementerian PUPR. Basuki menjadi andalan Presiden Jokowi dalam proyek infrastruktur dalam lima tahun pemerintahannya.

Bahkan, Jokowi pun memuji kinerja Basuki khususnya di Papua. Jokowi pun menyebut Basuki sebagai Bapak Infrastruktur Indonesia.  

“Satu per satu jalan-jalan seperti (di Papua) sudah diperbaiki oleh Menteri PU kita, Bapak Basuki. Yang pada hari ini juga hadir. Silakan berdiri Pak Basuki. Beliau ini Bapak Infrastrukur Indonesia. Ini jalan di Papua yang telah kita bangun meskipun sebagian belum aspal, tetapi membuka wilayah-wilayah yang terisolasi di Papua, terutama di pegunungan tengah," puji Jokowi.  

Tak hanya sekali Jokowi memuji Basuki. Saat meresmikan jalan Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) pada 10 April 2019, Jokowi bahkan menyebut Basuki ibarat salah satu Gubernur Jenderal Hindia Belanda yaitu Herman Willem Daendels yang menyambungkan jalan-jalan di Tanah Air.

“Kalau dulu ada Anyer-Panarukan, yang dikerjakan oleh Daendels sekarang ada Merak-Banyuwangi yang dikerjakan Menteri PUPR,” kata Jokowi.

Selain pujian setinggi langit dari Jokowi, Basuki ternyata juga menjadi korban dari proyek yang dijalankannya ini. Ya, dia ikut berkorban untuk mendukung pembangunan infrastruktur Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu alias Becakayu.

Baca Juga:  Ngobrol Bareng Milenial, Menteri Basuki Curhat Rumahnya Digusur

Ya, rumahnya di kawasan Bekasi, Jawa Barat, ikut digusur untuk proyek itu.

Pengorbanan Basuki ini dilontarkan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, informasi itu juga dibenarkan manajemen PT Waskita Karya Toll Road selaku penggarap proyek Tol Becakayu.

Basuki sendiri mengaku belum menerima uang pengganti atas rumahnya yang tergusur proyek infrastruktur tersebut.

Baca Juga:  Rumah Menteri Basuki Mau Digusur Untuk Tol Becakayu, Berapa Ganti Ruginya?

Kisah unik lainnya adalah Basuki menjadi satu-satunya menteri Jokowi yang tidak memiliki WhatsApp. Basuki masih menggunakan SMS untuk berkomunikasi, bahkan dengan bosnya, Presiden Jokowi.

Hal itu diungkapkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Sri Mulyani bilang, selama ini koordinasi dengan para menteri ekonomi lainnya cukup mudah. Hanya saja, kata dia, saat berkomunikasi dengan Basuki harus melalui SMS.

"Dia (Basuki) satu-satunya menteri yang enggak pakai WA. Jadi masih SMS, kalau yang lain WA," ujar Sri Mulyani yang disambut tawa para menteri lainnya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (18/10).

Namun demikian, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu bilang, ia selalu mendukung yang dilakukan Basuki, meskipun harus membalasnya melalui SMS. "Tapi ya saya bales SMS-nya. Kita coba selalu dukung ya," jelasnya.

Mendengar pernyataan Sri Mulyani itu, Basuki seperti salah tingkah. Ia hanya tertawa dan tepuk tangan mendengar ucapan itu.

Bahkan menurutnya, handphone yang ia gunakan merupakan keluaran lama. Sayangnya Basuki enggan menunjukkan handphone yang ia pakai itu kepada para wartawan. "Orang HP-ku aja jadul kok," tambahnya.

Baca Juga:  Menteri Basuki Hadimuljono dan Target Sejuta Rumah

Tidak hanya menyiapkan jalan tol dan non-tol untuk mudik, bahkan masalah pipis dan buang air besar (BAB) para pemudik pun, diurusi oleh Basuki. Kenyamanan mudik, memang tak hanya menyangkut jalan yang mulus dan perjalanan yang lancar. Keberadaan fasilitas toilet di perjalanan pun menjadi kebutuhan mendasar.

"Kementerian PUPR berupaya seoptimal mungkin, agar mudik Lebaran tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Baik dari sisi keamanan, keselamatan, dan kenyamanan," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.