Posisi Menteri Keuangan bukan hal baru bagi Sri Mulyani. Sebab, dia juga pernah mengisi kursi ini saat pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2005-2010.

Sri Mulyani Indrawati kembali dipercaya Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Keuangan untuk pemerintahan periode 2019-2024.

Hal tersebut disampaikan Sri Mulyani usai menghadap Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, Selasa (22/10/2019). Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menghadap Jokowi selama sekitar 1 jam,

"Saya menghadap Pak Presiden dan mendengarkan arahan-arahan beliau dari sisi apa yang ingin dicapai dari periode kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf," ujar Sri.

"Pak Jokowi menugaskan saya untuk tetap menjadi Menteri Keuangan," sambungnya.

Sri Mulyani mengaku mendapat kehormatan kembali dipanggil Jokowi. Tak hanya itu, Sri Mulyani juga menjadi satu-satunya tokoh yang langsung menyebut posisinya nanti.

Posisi Menteri Keuangan bukan hal baru bagi Sri Mulyani. Sebab, dia juga pernah mengisi kursi ini saat pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2005-2010.

Perempuan yang akrab disapa Ani itu pun menjadi orang Indonesia pertama menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia. Dia pernah pula dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik Asia pada 2006 dan terpilih sebagai wanita paling berpengaruh nomor 23 di dunia pada 2007 versi Forbes.

Sri Mulyani lahir di Bandar Lampung, 26 Agustus 1962. Dia adalah anak ketujuh dari seorang dosen Prof. Satmoko dan Retno Sriningsih.

Seteleh menamatkan pendidikan menengah di SMA Negeri 3 Semarang pada 1981, Sri Mulyani kuliah Universitas Indonesia, University of lllinois Urbana Champaign AS, hingga mendapat gelar Ph.D. of Economics di University of lllinois Urbana-Champaign, AS pada 1992.

Jenjang kariernya di pemerintahan dimulai saat ditunjuk Presiden Sulilo Bambang Yudhoyono sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) pada 2004. Setahun di Bappenas, Sri Mulyani lantas ditunjuk jadi Menteri Keuangan pada 2005-2010. Ia juga sempat jadi Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Perekonomian pada 2008-2009.

Mencuatnya kasus Bank Century membawa Sri Mulyani keluar dari kabinet. Namun kariernya menanjak tinggi.

Ia kemudian dipercaya Bank Dunia menjadi Direktur Pelaksana Wolrd Bank pada 2010-2016. Pada 2016, Sri Mulyani dipanggil pulang kembali ke Indonesia oleh Presiden Joko Widodo dan langsung diberikan jabatan Menteri Keuangan hingga 2019.

Selama di periode pertama Jokowi, Sri Mulyani dinilai memiliki kinerja baik. Selain mengatur kebijakan fiskal negara, ia juga terlibat dalam kebijakan besar yakni Tax Amnesty 2016-2017.

Kekayaan Sri Mulyani

Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilansir dari laman KPK, Sri Mulyani diketahui memiliki harta sebesar Rp46.608.517.726.

Dia memiliki harta berupa tanah dan bangunan senilai Rp37,9 miliaran. Harta ini tersebar di Jakarta, Tangerang Selatan, hingga Maryland di Amerika Serikat.

Dalam catatan LHKPN per 25 Maret 2019, Sri Mulyani tidak memiliki harta berupa kendaraan. Namun, dia memiliki harta bergerak lainnya sebesar Rp415 juta.

Sri Mulyani juga mengoleksi surat berharga senilai Rp12,6 miliaran dan harta berupa kas senilai Rp5,5 miliaran.

Meski Sri Mulyani tercatat memiliki utang sebesar Rp9,9 miliaran, hartanya total masih sebesar Rp46,6 miliaran.