Lion Air memiliki 102 unit pesawat Boeing 737-800 NG. Sementara Batik Air memiliki 14 unit pesawat.

Maskapai Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air memutuskan mengandangkan pesawat jenis Boeing 737-800 seri Next generation atau NG miliknya. Langkah ini dilakukan karena ditemukannya keretakan dalam pesawat tersebut.

Saat ini maskapai yang mengoperasikan pesawat Boeing 737-800 NG adalah Garuda Indonesia sebanyak 73 pesawat, Lion Air sebanyak 102 pesawat, Batik Air sebanyak 14 pesawat, dan Sriwijaya Air sebanyak 24 pesawat.

Dari 73 pesawat Boeing 737-800 NG yang dimiliki Garuda, maskapai nasional itu hanya mengandangkan 3 pesawat saja. Hal itu karena hanya tiga pesawat itu yang sudah mencapai 30 ribu cycle atau siklus terbang. "Dari tiga itu kami temukan ada dua yang retak. Lalu kami grounded," kata VP Corporate Secretary Garuda Indonesia, M Ikhsan Rosan.

Sementara Sriwijaya Air mengandangkan dua unit pesawatnya. Direktur Kualitas, Keselamatan, dan Keamanan Sriwijaya Air, Toto Soebandoro, menyatakan kondisi dua unit pesawat tersebut dalam masa perawatan atau sedang tidak dipergunakan untuk operasional penerbangan. Jadi, prosedur grounded tidak mengganggu layanan penerbangan maskapai kepada pelanggan.

Lalu bagaimana dengan Lion Air dan Batik Air?

Corporate Communications Strategic Lion Air Group, Danang Mandala, Corporate Communications Strategic Lion Air Group, menyatakan belum ada pesawat Lion Air maupun Batik Air yang dikandangkan.

"Saat ini umur pesawat Lion Air pada 25.000 flight cycle data atau masih di bawah 30.000," kata Danang saat dikonfirmasi, Selasa (15/10/2019).

Danang menjelaskan, Lion Air akan terus melakukan perawatan pesawat sesuai airworthines directive (AD) atau perintah dari lembaga berwenang seperti FAA, EASA, atau DKPPU. Perintah itu harus dikerjakan secara mutlak jika pesawat udara terdaftar dalam AD tersebut, dengan interval tertentu guna menjaga kelaikudaraan.

"Untuk AD crack tersebut, Lion Air sudah memprogramkan pelaksanaannya," ujarnya.