Produksi benur tahun 2017 sebanyak 1.168.000 ekor,kini tahun 2019 kita menargetkan 5.000.000 ekor benur

Program Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk meningkatkan produksi udang vaname di Gorontalo kini menuai hasil.

Sejak dicanangkan kampung vaname pada tahun 2016 oleh Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie secara otomatis merangsang dan menstimulus petani tambak untuk meningkatkan produksi budidaya udang vaname.

Hal ini juga terlihat dari luasan tambak budidaya udang vaname dari tahun ke tahun makin meningkat, tercatat sejak tahun 2012 luasan tambak sekjtar 6.820 ha kini meningkat ditahun 2018 berjumlah 7.935,20 ha.

Meningkatnya luasan tambak ini tentunya menuntut ketersediaan benur udang di masyarakat, untungnya Pemerintah Provinsi Gorontalo juga sukses mendongkrak inovasi dan teknologi di bidang Perikanan dan Kelautan.

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Gorontalo melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Benih Ikan Pantai (BBIP) yang ada di Kabupaten Boalemo telah berhasil membiakkan udang vaname secara mandiri yang selama ini didatangkan dari luar Gorontalo.

Sehingga benur yang dibutuhkan masyarakat sudah tersedia dengan harga yang lebih terjangkau dan sudah cocok dengan lingkungannya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Sila N Botutihe mengatakan prestasi ini patut diapresiasi karena Gorontalo merupakan satu-satunya Provinsi di Indonesia yang BBIP-nya mampu memproduksi benur udang vaname secara mandiri sejak tahun 2017.

“Produksi benur tahun 2017 sebanyak 1.168.000 ekor meningkat ditahun 2018 menjadi 3.000.000 ekor kini tahun 2019 kita menargetkan 5.000.000 ekor benur dan insya allah itu tercapai bahkan lebih,” kata Sila Botutihe, Senin.

Keberhasilan BBIP di bidang pengembangan budidaya bibit udang vaname ini tidak lepas dari dukungan Pemerintah Provinsi Gorontalo, di tahun 2019 UPTD BBIP ini mendapat alokasi dana yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang totalnya Rp 4.496.341.000.

Dana besar dikucurkan setiap tahun kini mampu meningkatkan fasilitas serta sarana dan prasarana yang ada di UPTD BBIP sehingga mampu menjadi penunjang meningkatnya produksi yang dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bersumber dari penjualan benur vaname ke masyarakat.