Rupiah dan IHSG terlihat kompak merespon buruk langkah keras Presiden Trump ke China.

Investor di bursa saham Indonesia terlihat masih harus bergulat mengatasi kepanikan yang mendera di sepanjang sesi perdagangan pertengahan pekan ini, Rabu (9/10).  Sikap pesimis pelaku  pasar kali ini terpantik oleh  langlah keras pemerintahan Presiden Trump yang menambah daftar hitam perusahaan asal China.

Laporan menyebutkan, sentimen suram  yang muncul akibat  langkah keras Washington yang menambah daftar hitam pada perusahaan teknologi asal China.  Pemerintahan Trump juga mengambil  langkah keras lain dengan melarang pemberian visa bagi pejabat China yang terkait dengan pelanggaran Hak Azasi Manusia terhadap etnis minoritas Uighur. 

Langkah keras Washington tersebut kemudian dinilai investor sebagai pertanda semakin suramnya prospek perundingan dagang AS-China untuk mampu mencapai kesepakatan sebagaimana diekspektasikan sebelumnya.

Kesuraman tersebut akhirnya mengungkung bursa saham Indonesia untuk menjebak indeks harga saham gabungan (IHSG) betah di zona merah. IHSG akhirnya menutup sesi hari ini dengan menurun 0,17% untuk terhenti di 6.029,16 setelah konsisten menapak zona penurunan di sepanjang sesi perdagangan.

Gerak indeks serupa juga terjadi di bursa saham utama Asia, di mana sel;uruh indeks harus kembali merah hingga sesi perdagangan berakhir.  Indeks Nikkei (Jepang) ditutup turun  0,61% untuk berada di posisi 21.456,38.

Sedangkan indeks ASX 200 (Australia) terpangkas   0,71% untuk menyisir kisaran 6.546,7, serta  Indeks Hang Seng  (Hong Kong) melemah 0,81% untuk menjangkau posisi 25.682,81.

Gerak suram indeks di seluruh Asia juga seiring dengan [laporan dari pasar valuta, di mana nilai tukar Rupiah kembali terjatuh di zona pelemahan. Rupiah hingga sore ini tercatat diperdagangkan  di kisaran Rp14.175 per Dolar AS  setelah tergelincir 0,18%.