Darmin Nasution curhat jadi Menko Perekonomian di era Presiden Jokowi

Darmin Nasution menceritakan pengalamannya membantu Presiden Joko Widodo selama lima tahun sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Menurutnya, sebagai menteri dia harus pandai bersikap dan menahan diri.

"Kadang-kadang harus bisa menginjak kaki, tapi tidak pernah menginjak kepala," kata Darmin di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Hal itu dia sampaikan saat meluncurkan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup atau BPDLH. Acara itu juga dihadiri oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.

Darmin menjadi pembicara terakhir dalam peluncuran BPDLH. Dari dua pembicara sebelumnya yaitu Sri Mulyani dan Siti Nurbaya, menurut Darmin, sudah merupakan pembicara kunci sekaligus ahli di bidang itu. "Maka jangan ditambah (saya) lagi keynotes speech-nya. Wisdomnya ada di situ," ujarnya.

Karena hal itu, Darmin menjadi pembicara paling singkat di antara dua menteri tersebut. Kendati begitu, Darmin tetap menjelaskan dan memberikan arahan mengenai pengelolaan dana lingkungan hidup itu.

Menurut dia, BPDLH diarahkan untuk dapat menerapkan prinsip-prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dananya, serta memiliki standar tata kelola internasional. Dia menilai pembangunan senantiasa menampilkan dua sisi yang saling berlainan, pertumbuhan ekonomi dan kualitas lingkungan hidup.

"Namun keduanya perlu berjalan beriringan dalam koridor yang disepakati sebagai pembangunan berkelanjutan," ujar Darmin.

Selama ini, kata Darmin, pemerintah telah mengelola berbagai sumber pendanaan yang mendukung pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup, baik yang bersumber dari dana dalam negeri maupun luar negeri. Namun, dukungan pendanaan yang ada belum secara optimal mencapai target yang diharapkan.