Kinerja keuangan Samsung yang suram kali ini telah diperkirakan sebelumnya.

Sebuah laporan terkini dari Kirea Selatan menyebutkan, kinerja keuangan suram yang dibukukan salah satu perusahaan teknologi terkemuka dunia asal negeri Ginseng itu. Adalah Samsung yang mempublikasikan kinerja keuangannya untuk tiga bulan terakhir (kuartal ketiga tahun ini) yang mencetak keuntungan sebesar $6,43 milyar atau setara dengan Rp90 triliun.

Besaran keuntungan tersebut tercatat telah terpangkas sangat tajam 56% ketimbang periode yang sama tahun sebelumnya.  Rilis kinerja keuangan kuartal ketiga kali ini diwatnai dengan serangkaian kabar sebelumnya yang tak kalah suramnya.

Di tengah persaingan dengan raksasa teknologi asal AS dan China, Apple dan Huawei yang semakin sengit, Samsung sebelumnya mengumumkan penghentian operasi manufakturnya di basis produksi terpentingnya di China. Langkah penutupan pabrik Samsung di China  tersebut  agak mengejutkan mengingat selama ini  China telah  menjadi salah satu basis produksi terpenting Samsung yang diproyeksikan untuk mencetak perkembangan yang canggih.

Namun tensi perang dagang AS-China nampaknya turut memberikan kontribusi pada hengkangntya Samsung dari China.  Samsung sepertinya berupaya menghindari penaikkan tarif masuk yang dikenakan pemerintahan Presiden Trump atas produk asal China.   

Penghentian operasi produksi di China juga sekaligus akan menghindari beban keuangan akibat penaikkan tarif masuk oleh AS.

Secara keseluruhan, Samsung hingga kini masih merupakan salah satu dari jajaran raksasa perusahaan teknologi di dunia dan hanya berada di bawah Huawei dan Apple.