Mengawali sesi perdagangan  hari keempat pekan ini, Kamis (26/9), gerak indeks di bursa saham utama Asia terlihat mampu seragam menginjak zona positif. Investor di Asia terlihat masih berupaya mengikuti jejak optimisme yang sebelumnya ditorehkan pelaku pasar di bursa Wall Street dengan sokongan pernyataan Presiden AS Donald Trump.

Sebagaimana diwartakan sebelumnya, sentimen terkait dengan perundingan dagang AS-China yang  telah berbalik tajam  akibat pernyataan kejutan yang lagi-lagi datang dari  Presiden AS Donald Trump. Dalam sebuah kesemoatan di New York, Trump   menyebut bahwa perundingan dagang AS-China akan segera meraih kesepakatan lebih cepat dari yang diduga.

Praktis pernyataan Trump tersebut langsung membuat sikap investor berbalik dengan melakukan aksi akumulasi yang melonjakkan indeks Wall Street. Sentimen ‘janji surga’ dari Trump tersebut sekaligus memupus kepanikan pasar sebelumnya terkait dengan suramnya perundingan dagang AS-China.

Pembalikan tajam sentimen tersebut kemudian mencoba diikuti oleh pelaku pasar di Asia. Hingga ulasan ini disunting, indeks Nikkei (Jepang) terlihat menguat 0,49% untuk menjangkau posisi 22.128,69, sementara indeks ASX 200 (Australia) naik moderat 0,04% untuk berada di posisi 6.712,6, serta indeks KOSPI (Korea Selatan) yang menanjak 0,31% untuk meraih posisi 2.079,87.

Dengan bekal yang agak melegakan tersebut, prospek indeks harga saham gabungan (IHSG) di bursa saham Indonesia yang akan membuka sesi perdagangannya beberapa menit ke depan menjadi cukup melegakan untuk setidaknya reda dari tekanan jual lanjutan. Hal yang sama juga diperkirakan akan mendera mata uang Rupiah yang dalam beberapa hari terakhir harus bergulat dengan pelemahan secara beruntun.