Presiden Amerika Serikat, Donald Trump nampaknya benar-benar menguasai panggung dunia dalam beberapa waktu terakhir. Setelah sentimen ancaman impeachment pada sesi perdagangan kemarin mampu menghantam bursa saham global, kini sentimen dari pernyataannya yang penuh kejutan kembali menghadirkan kejutan baru.

Laporan menyebutkan, presiden Trump yang menyeatakan bahwa AS-China mungkin akan segera mencapai kesepakatan dagang lebih cepat dari yang diduga selama ini. Pernyataan Trump ini seakan langsung memupus pernyataan sebelumnya yang bernada pesimis.

Praktis, sikap investor dipasa langsung berbalik dengan melakukan aksi rally dalam sesi perdagangan Rabu (25/9) yang berakhir beberapa jam lalu itu. Gerak  balik naik indeks Wall Street sekaligus memupus secara signifikan penurunan yang mendera di sesi perdagangan hari sebelumnya.

Indeks DJIA tercatat menutup sesi dengan melompat 0,61%  untuk terhenti di 26.970,71, sementara indeks S&P 500 melonjak 0,62% untuk berakhir di posisi 2.984,87, serta indeks Nasdaq yang melambung 1,05% untuk parkir di posisi 8.077,38.

Sejumlah saham teknologi yang selamai ini dinilau sebagai sangat sensitif dengan pasar China terpantau berbalik membukukan lonjakan tinggi di sesi kali ini.

Dengan bekal sentimen yang berbalik cepat di bursa Wall Street kali ini, sesi perdagangan ahri keempat pekan ini, Kamis (26/9) di bursa saham Asia diyakini akan mendapatkan bekal berharga untuk mengalami kenaikan. Hal ini terlebih, di sepanjang sesi perdagangan kemarin, indeks di seluruh bursa saham Asia yang terpaksa bergulat di zona merah secara konsisten.