Sentimen suram dari Amerika Serikat akhirnya menjadi  faktor utama yang menentukan arah gerak indeks di sesi hari  ini, Rabu (25/9). Gerak indeks harga saham gabungan (IHSG) di bursa saham Indonesia  terlihat harus menyerah di zona merah.

Pelaku pasar di Indonesia belum mampu keluar dari tekanan sentimen suram terkait dengan Presiden AS Donald Trump.  Seperti dilaporkan sebelumnya, sentimen kejutan datang dari Washington di mana pimpinan parlemen AS yang dikendalikan oleh partai oposisi Demokrat menggelar proses impeachment alias pemecatan terhadap Presiden AS Donald Trump.

Trump dituding melakukan penyalahgunaan kekuasaan dengan meminta pemimpin Ukraina untuk melakukan penyelidikan atas bisnis yang diopperasikan oleh keluarga Joe Biden, seorang mantan wakil presiden AS yang kini menjadi salah satu kandidat dari partai demokrat  dan rival serius bagi Trump  dalam pemilihan presiden AS tahun depan.

Sentimen kejutan tersebut   kemudian semakin sempurna mengarahkan pelaku pasar  dalam pesimisme  setelah Presiden Trump dalam pernyataannya saat berpidato di sidang umum Perserikatan Bangsa-Bangsa menyiratkan masih alotnya perundingan dagang AS-China untuk meraih kesepakatan yang diinginkan.

Tekanan jual akhirnya bertahan hingga sesi perdagangan sore ditutup.  Indeks Nikkei rontok 0,36% untuk menjangkau posisi 22.020,15, indeks Hang Seng (Hong Kong) runtuh 1,28% untuk berada di posisi 25.945,35,  sementara indeks ASX 200 (Australia) terkoreksi 0,57% untuk berada di posisi 6.710,2, serta indeks KOSPI (Korea Selatan) yang merosot 1,32% untuk berada di kisaran 2.073,39.

Pada bursa saham Indonesia, IHSG harus mengakhiri sesi hari ini dengan beralih naik 0,14% untuk terhenti di 6.146,4 setelah sempat rontok hingga 0,8% di sesi awal perdagangan pagi.

Gerak suram juga mendera Rupiah, di mana hanya mampu meniti zona merah di sepanjang sesi hari ini. Terkini Rupiah diperdagangkan di kisaran Rp14.145 per Dolar AS atau melemah 0,25%.