Gejolak dan sentimen  terkait dengan Presiden AS Donald Trump, nampaknya kembali menguasai panggung di seluruh pasar di sesi perdagangan pekan ini. Setelah  pasar saham global dan pasar minyak dunia jatuh dalam koreksi yang suram, pasar komoditas Emas juga turut terimbas.

Namun imbas yang terjadi pada komoditas logam bersinar kuning terlihat berbalik sangat positif. Harga Emas dilaporkan kembali melanjutkan laju penguatannya pada sesi perdagngan Selasa (24/9) yang berakhir beberapa jam lalu.

Investor terlihat semakin panik untuk melarikan aset dan nilai investasinya pada aset yang aman, dan Emas menjadi salah satu gantungan yang paling populer. Akibatnya gerak harga emas yang terus diburu investor yang sedang panik melanjutkan kenaikan untuk ditutup di posisi $1.540,2 per Ounce atau melonjak 0,6%.

Dua sentimen terkait Trump menjadi faktor meroketnya harga emas kali ini.  Sentimen pertama terkait dengan terancamnya Trump untuk dilengserkan dalam proses impeachment yang telah dimulai. Sedangkan sentimen berikutnya yang tak kalah serius adalah pernyataan Trump di sidang umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Trump dalam kesempatan pidatonya di PBB itu menyebut dengan tegas bahwa pihaknya tidak akan membiarkan terjadinya kesepakatan dagang yang buruk dengan China. Pernyataan keras Trump ini sekaligus memantik kekhawatiran investor bahwa perang dagang AS-China masih jauh dari pencapaian kesepakatan yang diinginkan dan oleh karenanya kinerja perekonomian global  masih berada di bawah ancaman berat.