Kejutan kembali harus dihadapi oleh investor dalam menjalani sesi perdagangan pekan ini. Kali ni, sentimen kejutan datang dari Washington di mana pimpinan parlemen AS yang dikendalikan oleh partai oposisi Demokrat menggelar proses impeachment alias pemecatan terhadap Presiden AS Donald Trump.

Trump diduga melakukan penyalahgunaan kekuasaan dengan meminta pemimpin Ukraina untuk melakukan penyelidikan atas bisnis yang diopperasikan oleh keluarga Joe Biden, seorang mantan wakil presiden AS yang kini menjadi salah satu kandidat dari partai demokrat  dan rival serius bagi Trump  dalam pemilihan presiden AS tahun depan.

Sentimen kejutan tersebut akhirnya langsung disambut panik oleh investor dengan melakukan tekanan jual cukup intens. Proses impeachment  merupakan proses yang serius dan sangat mungkin akan memantik  gerak koreksi massif dan tajam di bursa Wall Street sebagaimana terjadi saat Presiden Bill Clinton terancam oleh proses yang sama beberapa tahun lalu.

Gerak indeks Wall Street akhirnya kompak menurun tajam dalam sesi perdagangan yang berakhir beberapa jam lalu itu. Indeks DJIA merosot 0,53% untuk terhenti di posisi 26.807,77, sementara indeks S&P 500 terpangkas 0,84% untuk berakhir di posisi 2.966,6, serta indeks Nasdaq yang harus tersungkur curam 1,46% untuk terhenti di posisi 7.993,63.

Sejumlah sentimen lain yang hadir kali ini juga menjadi keprihatinan serius bagi investor, diantaranya rilis data tingkat kepercayaan konsumen yang lemah, serta perkembangan terkini perang dagang AS-China yang kembali semakin muram.

Sentimen buruk ini akhirnya menjadi sempurna dan diyakini akan segera menghempas sesi perdagangan saham di Asia pada pertengahan pekan ini, Rabu (25/9).