Dian Sastro mengunggah tulisan Tunggal P yang berisi mengkritik sejumlah pasal kontroversial di revisi KUHP

Revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana mengundang polemik di masyarakat. Para artis pun juga menyuarakan pendapat mereka soal revisi yang penuh kontroversi itu.

Salah satu yang keras menyuarakan penolakan revisi KUHP adalah Dian Sastrowardoyo. Pemeran Cinta dalam film Ada Apa Dengan Cinta itu menyoroti soal pasal perkorsaan dan pengguguran kandungan.

Dalam unggahan Instagram Stories pada Jumat (20/9), Dian Sastro mengunggah tulisan Tunggal P yang berisi mengkritik sejumlah pasal kontroversial di revisi KUHP. Salah satunya mengenai korban perkosaan bakal dipenjara 4 tahun jika hendak menggugurkan janin hasil pemerkosaan.

"Apa ngaruhnya sih buat gue?" sepenggal isi postingan tersebut. "Kalau kamu mikir gitu, cek dulu deh apakah kamu termasuk orang-orang ini. Karena di revisi KUHP, orang-orang ini dianggap ‘kriminal’," tulisnya.

Ia kemudian menjabarkan 10 hal yang akan menjadi kriminal kalau sampai revisi tersebut disahkan. Dian menyebutkan di antaranya korban perkosaan, perempuan bekerja yang pulang larut malam, pengamen, tukang parkir, gelandangan yang akan terkena denda atau hukuman bila melanggar peraturan.

Unggahan Dian Sastro ini menarik perhatian Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly. Politisi PDI Perjuangan itu pun menyebut Dian Sastro bodoh karena tidak membaca undang-undang dengan utuh.

"Dian Sastro tak baca UU sebelum komen, jadi terlihat bodoh. Apa yang disampaikan tak seperti itu tapi sudah komentar dan jadi ke mana-mana," ujar Yasonna dilansir Kumparan.

Disinggung bodoh oleh Menteri Yasonna, Dian Sastro pun menanggapinya dengan tenang. Dian mengunggah kembali apa Revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) yang ia komentari.

"Dibilang enggak tau apa-apa lebih baik kita pelajari lagi yuk," tulis Dian, Selasa (24/9).

Ia menganggap hukum yang baru itu akan mengikat seluruh warga negara Indonesia, ia pun akan terus membaca untuk lebih memahami apa isi dari RKUHP. "Hukum ini akan mengikat kita sebagai warga negara. Saya dan teman-teman membaca dan ya kami akan membaca dan membaca lagi," katanya.

Dian juga menanggap lebih baik dirinya merasa bodoh dibandingkan merasa sudah tahu segala hal, ia juga meminta jika ada penjelasan lebih lanjut agar segera disosialisasikan. "Lalu kalo memang ada lampiran penjelasan lebih lanjut terkait KUHP tersebut, mohon disosialisasikan ke masyarakat dengan lebih baik beserta rujukannya," pungkasnya.