Sesi perdagangan saham hari kedua pekan ini Selasa (24/9) di bursa saham utama Asia telah dimulai perdagangnnya dengan gerak positif. Pantauan menunjukkan, gerak indeks yang terlihat seragam menapak di rentang terbatas   di pagi ini.

Investor di Asia terlihat masih mencoba menepis kekhawatiran yang sebelumnya telah berhasil menghempasklan bursa saham Eropa dan Wall Street.   Sebagaimana diwartakan sebelumnya, rilis data  indeks aktivitas manufaktur di negeri terbesar di Eropa, Jerman   yang pada bulan lalu berada di kisaran 41,4.

Besaran tersebut mencerminkan terjadinya kontraksi yang berlanjut pada industri Jerman. Indeks aktivitas manufaktur yang  sering disingkat sebagai indeks PMI  kali ini  sekaligus meyakinkan investor bahwa situasi dan kinerja perekonomian di Benua Biru  yang sedang kian merana.

Catatan juga  menunjukkan, besaran indeks PMI Jerman kali ini sebagai yang terendah dalam 7 tahun terakhir. Sentimen suram akhirnya menjangkiti investor di Eropa dan Wall Street, namun sikap pelaku opasar di Asia terlihat masih berupaya menepis kekhawatiran tersebut. Hal ini terlihat dari pola gerak indeks yang berupaya keras untuk bertahan di zona hijau.

Hingga ulasan ini disunting, indeks Nikkei (Jepang) menguat moderat 0,24% untuk berada di posisi 22.131,63, sementara indeks ASX 200(Australia) naik tipis 0,09% untuk berada di kisaran 6.755,7, serta indeks KOSPI (Korea Selatan) yang turun sangat  tipis 0,02% untuk menjangkau posisi 2.091,33.

Dengan bekal gerak indeks di Asia yang masih terjebak di rentang sempit ini, indeks harga saham gabungan (IHSG) di bursa saham Indonesia yang akan dibuka beberapa menit ke depan diperkirakan masih belum aman sepenuhnya.

IHSG masih mungkin tersareuk di zona koreksi meski potensi teknikal telah muncul untuk membukukan kenaikan atau rebound teknikal terbatas.