Jalannya sesi perdagangan saham di sepanjang awal pekan ini, Senin (23/9) terlihat masih jauh dari menggembirakan. Gerak indeks harga saham gabungan (IHSG) yang sempat membuka sesi pagi dengan positif terpaksa harus runtuh di zona merah. Hinga sesi perdagangan sore berakhir, IHSG terpantau runtuh 0,4% untuk singgah di posisi 6.206,2.

Diskon yang dialam i IHSG terlihat seiring dengan sentimen eksternal yang sedang melingkupi. Pantauan menunjukkan, gerak indeks  di bursa saham utama Asia  yang masih terjebak mixed ingga sesi perdagangan sore ini ditutup.

Investor masih tersita perhatiannya pada  sentimen terkini dari perkembangan perundingan dagang AS-China yang kini mulai berbalik menyajikan prospek suram dalam mencapai kesepakatan.  Hal ini dilandasi pernyataan dari pejabat tinggi AS dan China yang beralih menjadi saling menekan di sepanjang pekan lalu.

Pernyataan penasehat Presiden Trump, Michael Phillbury yang cenderung bernada ancaman pada pemerintah China dan pernyataan pimpinan media resmi China yang mengklaim bahwa China tidak dalam posisi terburu-buru untuk mencapai kesepakatan dagang dengan AS membuat sikap investor bersiap beralih pesimis.

Gerak indeks akhirnya cenderung berada di rentang terbatas. Hingga sesi perdagangan berakhir,  indeks Hang Seng (Hong Kong) terantau  merosot  tajam 0,81% untuk menjangkau kisaran 26.222,4, sementara  indeks ASX 200 (Australia) tercatat menguat moderat 0,28% untuk berada di posisi 6.749,7, serta   indeks KOSPI (Korea Selatan) naik sangat tipis 0,01% untuk menjangkau posisi 2.091,7. 

Pola gerak serupa terlihat mendera mata uang Rupiah yang kali ini konsisten menapak zona merah. Hingga sesi perdagangan sore ini berlangsung, Rupiah tercatat ditransaksikan di kisaran Rp14.083 per Dolar AS atau melemah 0,23%.