Sesi perdagangan  saham pagi  awal pekan ini, Senin (23/9),  akhirnya lebih diwarnai dengan gerak indeks harga saham gabungan (IHSG) di zona merah. Pantauan menunjukkan, investor di bursa saham Indonesia yang masih terjebak dalam keraguan yang sama sebagaimana terjadi di hursa saham utama Asia.

Laporan yang berhasil dhimpun menunjukkan,  gerak indeks di bursa saham utama Asia  yang masih masih mixed  di sepanjang sesi pagi ini. Investor terlihat  masih kesulitan menentukan arah gerak pasar di tengah ketidakpastian prospek perundingan dagang AS-China.

Sebagaimana dimuat dalam sejumlah laporan sebelumnya, perkembangan perundingan dagang AS-China yang kini mulai berbalik menyajikan prospek suram dalam mencapai kesepakatan.  Hal ini dilandasi pernyataan dari pejabat tinggi AS dan China yang beralih menjadi saling menekan di sepanjang pekan lalu.

Pernyataan penasehat Presiden Trump, Michael Phillbury yang cenderung bernada ancaman pada pemerintah China dan pernyataan pimpinan media resmi China yang mengklaim bahwa China tidak dalam posisi terburu-buru untuk mencapai kesepakatan dagang dengan AS membuat sikap investor bersiap beralih pesimis.

Namun tekanan jual  yang hadir  terlihat masih bisa diimbangi dengan tekanan beli yang tersedia dan gerak indeks akhirnya masih cenderung berada di rentang terbatas. Hingga sesi perdagangan pagi di Jakarta berakhir,  indeks Hang Seng (Hong Kong) terantau  merosot  tajam 0,86% untuk menjangkau kisaran 26.207,26, sementara  indeks ASX 200 (Australia) tercatat menguat moderat 0,35% untuk berada di posisi 6.754,5, serta   indeks KOSPI (Korea Selatan) tercatat menurun tipis 0,13% untuk menjangkau posisi 2.088,74. 

Pada bursa saham Indonesia, IHSG terlihat sempat membuka sesi dengan gerak positif, namun kemudian secara perlahan dan konsisten beralih ke zona merah. IHSG kemudian menutup sesi pagi ini dengan turun 0,29% untuk terhenti di 6.213,3.

Gerak merah IHSG juga terlihat berseiring dengan nilai tukar Rupiah yang hingga siang ini masih melemah 0,18% untuk diperdagangkan di kisaran Rp14.075 per Dolar AS.