Konten di situs Kemendagri menampilkan rulisan RIP KPK.

Situs Kementerian Dalam Negeri atau Kemendagri diretas sejak Minggu (22/9) pukul 18.00 WIB. Situs itu sempat tertulis pesan untuk Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK.

Dalam laman itu tertulis:

"Kau Itu Pemimpin, Yang Gaji Kau Itu Kami, Seharusnya Kau menuruti Apa Keinginan Kami, BUkan Keinginan Mereka yang Berdasi!!!"

Suara Rakyat Kau Batasi, Semua Kau Anggap Makar dan Diskriminalisasi, Kau Hanyalah Boneka yang Diikat Tali, Tak Lebih Dari Sebuah Komedi!!!"

Hingga pagi ini, Snein (23/9/2019), situs Kemendagri masih belum bisa diakses. Baik menggunakan perangkat desktop maupun mobile.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyatakan, tujuan dari peretasan itu terkait isu KPK. Hal itu terlihat dari konten di situs Kemendagri yang menampilkan rulisan RIP KPK.

Ia mengatakan berdasarkan laporan dari timnya, tujuan dari hack diduga terkait aspirasi KPK, dan ada celah yang dimasuki oleh hacker.

"Celah masuk diduga melalui port file transfer dan atau melalui port database," kata Tjahjo dalam keterangannya.

Menurut Tjahjo setelah hacker beraksi dan diketahui, pihaknya langsung melakukan shutdown akses publik web server dan menutup akses port file transfer dan database

Untuk berikutnya untuk tindak lanjut perbaikan pihaknya melakukan backup database dan file dari web server dan menayangkan web server backup setelah proses backup selesai. Selain itu, tim melakukan security assessment pada web server yang terserang untuk menutup celah yang dibuat para hacker.