Setelah menjalani sesi perdagangan yang lumayan berat di sepanjang pekan lalu, prospek gerak nilai tukar mata uang Rupiah terhadap Dolar AS  terlihat sedikit memberikan harapan di sepanjang pekan terakhir September ini.

Sentimen dari penurunan susku bunga oleh Bank Sentral AS, The Fed yang semestinya menjadi suntikan sentimen positif, terlihat harus  segera diimbangi oleh srntimen kurang menguntungkan dari penurunan suku bunga oleh bank Indonesia pekan lalu.

Gerak balik penguatan Rupiah akhirnya terlihat tersendat dan harus ditutup di kisaran Rp14.050 per Dolar AS.  Dua sentimen dari dua bank sentral tersebut cukup menentukan arah dan warna pergerakan Rupiah di sepanjang pekan lalu.

Namun situasi pekan ini, nampaknya dua asentimen dari bank sentral AS dan Bank Indonesia diperkirakan telah mulai surut. Investor dengan demikian  akan cenderung mencari pijakan baru untuk menentukan arah Rupiah dari munculnya sentimen terkini lainnya. Namun di tengah penantian atas sejumlah sentimen terkini tersebut, tinjauan teknikal memberikan harapan yang tak terlalu suram bagi Rupiah.

Grafik harian terkini berikut  memperlihatkan prospek yang cukup cerah bagi Rupiah untuk mengandakan DolarAS di level Rp13.000-an pekan ini, namun sangat mungkin Rupiah sulit untuk mencetak penguatan tajam lebih lanjut.Hal ini mengingat serangkaian situasi teknikal sebagaimana tersaji di atas yang menunjukkan mulainya tren penguatan jangka menengah Rupiah menatap kejenuhan dengan ditunjukkan oleh kompresi pada indikator titkk P-Sar dengan indikator MA-Signal.