Prospek cerah perundingan dagang AS-China yang sebelumnya digadang-gadang akan dengan mudah mencapai terobosan atau kesepakatan AS dengan China nampaknya kini telah mulai berbalik menjadi sentimen suram.

Laporan sebelumnya menyebutkan, pihak delegasi China yang sedang membuat landasan bagi berlangsungnya perundingan yang akan dihelat awal Oktober tersebut yang membatalkan kunjungannya ke wilayah pertanian AS. Delegasi China tersebut juga memperpendek kunjungannya ke Amerika Serikat untuk semakin memantik kekhawatiran investor bahwa perundingan dagang AS-China jauh dari yang diharapkan.

Namun prospek perundingan dagang AS-China tidak saja muram akibat langkah delegasi China terkini tersebut, melainkan juga akibat pernyataan sejumlah pernyataan petinggi AS. Sebagaimana diwartakan sebelumnya, penasehat Presiden Trump, Michael Pillsbury yang menekankan bahwa Washington bersiap untuk meningkatkan tensi dagang bila kesepakatan tak juga dicapai dengan China.

Pernyataan Pillsbury tersebut juga menyambung pernyataan sebelumnya oleh Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin yang menyebut bahwa optimisme perundingan dagang sebagai optimisme moderat.  Serangkaian pernyataan pejabat AS tersebut kini masih ditambah dengan pernyataan keras Presiden Trump.

Laporan terkini yang telah beredar menyebutkan, Presiden AS yang penuh kejutan itu yang menekankan bahwa pihaknya tidak membutuhkan pencapaian kesepakatan dagang dengan China sebelum tahun 2020 depan sebagai bekal dalam menghadapi gelaran pemilihan presiden.

Pernyataan keras Trump ini nampaknya akan menjadi tekanan bagi Beijing, yang mungkin bisa dinilai sebagai perang syaraf.   Hal ini mengingat sebelumnya sejumlah kabar yang beredar menyebutkan bahwa pihak China memperlihatkan sikap kukuh  untuk tidak terburu-buru dalam menncapai kesepakatan dagang  dengan AS.