Sentimen dari pernyataan keras Presiden AS Donald Trump menyangkut kebijakan bank sentral AS, The Fed yang menurunkan suku bunga acuan hanya sebesar 0,25%, terluhat gagal untuk membantu harga emas melankjutkan gerak naik pada beberapa hari sesi perdagangan lalu.

Namun harga emas terpantau kembali melonjak di sesi perdagangan akhir pekan ini, Jumat (20/9).  Lonjakan tajam harga emas kali ini tak lain dipicu oleh berbaliknya sikap investor dalam menilai prospek perundingan dagang AS-China untuk meraih kesepakatan sebagaimana diekspektasikan selama ini.

Laporan terkini yang dimuat di sejumlah media internasional menyebutkan, pihak delegasi China yang sedang membuat ;landasan bagi jalannya perundingan dagang AS-China dalam perundingan dagang awal Oktober depan yang melakukan langlah tegas dan mengejutkan.

Delegasi China tersebut membatalkan kunjungannya ke wilayah pertanian AS dan sekaligus memperpendek kunjungannya ke Amerika Serikat. Langkah terserbut akhirnya memantik kecurigaan investor bahwa perundingan dagang AS-China yang akan dihelat masih jauh untuk meraih kesepakatan yang diharapkan.

Investor kemudian mengantisipasi dengan berbali memburu harga emas hingga membuat  komoditas logam bersinar kuning itu melonjak tajam.  Hingga sesi perdagangan ditutup beberdapa jam lalu, harga emas terlihat bertengger di kisaran $1.524,4 per Ounce atau melonjak tajam 1,21%.

Dengan berbalik melonjaknya harga emas kali ini, maka sekaligus membawa konsekuensi teknikal yang cukup serius, yaitu dengan segera memperpanjang fase ketiadaan tren sebagaimana dimuat dalam ulasan teknikal beberapa hari terakhir.