Sentimen dari langkah penurunan suku bunga acuan oleh bank sentral AS, The Fed terlihat masih memberikan pengaruh di pasar komoditas penting dan strategis dunia, Emas. Pantauan menunjukkan gerak harga emas yang hingga kini masih  mampu bertahan di atas level psikologis pentingnya di atas kisaran $1.500 per Ounce.

Pada sesi perdagangan pagi ini, Jumat (20/9) di Asia, harga emas terpantau berada di kisaran $1.507,1 per Ounce atau menguat moderat 0,06%.  Investor disebutkan masih mempwertimbangkan kebijakan yang diambil bank sentral AS di sesi perdagangan sebelumnya.

Sebagaimana dilaporkan, The Fed yang akhirnya hanya menurunkan suku bunga acuannya sebesar 0,25% pada pertemuan kebijakannya beberapa hari lalu. Namun keputusan penurunan suku bunga tersebut dila[porkan tidak diambil dengan bulat.  Sementara di sisi lainnya, terpecahnya para pimpinan The Fed juga semakin menjadi terkait dengan peluang berlanjutnya penurunan suku bunga di masa mendatang.

Investor secara keseluruhan akhirnya terjebak dalam keraguan dalam menebak arah kebijakan The Fed.  Dalam situasi keraguan tersebut, gerak harga emas akhirnya sepeerti terjebak di sekitaran level psikologisnya di $1.500-an per Ounce  yang berlangsung hingga saat ini.

Grafik harian terkini berikut sekaligus menunjukkan, situasi teknikal terkini pola gerak harga emas yang masih belum mampu beralih  dari fase ketiadaan tren yang telah berlangsung sejak sesi perdagangan 9 September lalu.Keraguan The Fed dalam mengambil keputusan suku bunga nampaknya berseiring dengan situasi teknikal yang terlihat pada grafik di atas, di mana hingga kini harga  emas masih betah  berada dalam fase ketiadaan tren.