Sesi perdagangan hari keempat pekan ini, Kamis (19/9) akhirnya kembali diwarnai dengan kejutan di pasar valuta. Pantauan menunjukkan, gerak nilai tukar mata uang Inggris, Poundsterling terhadap Dolar AS yang disimbolkan GBPUSD yang melambung tak tertahankan.

Investor kali ini mendapatkan suntikan sentimen optimisme dari pernyataan Presiden Komisi Eropa  Jean-Claude Juncker yang menyatakan rasa optimismenya untuk mencapai kesepakatan terkait dengan  proses keluarnya Inggirs dari Uni Eropa yang sering disebut sebagai Brexit. Pernyataan optimis Juncker tersebut praktis semakin melonjakkan mata uang Pound yang telah bergerak menguat secara konsisten dan tajam  sejak 3 September lalu.

Terkini, posisi GBPUSD diperdagangkan di kisaran 1,2524 di sesi perdagangan pagi ini, Jumat (20/9) di pasar Asia. Investor terlihat masih terjebak dalam aksi rally yang diperkirakan masih akan berlanjut hingga beberapa hari sesi perdagangan ke depan.

Konsekuensi teknikal kini harus segera menjadi perhatian serius bagi investor, mengingat peluang untuk terjadinya pembalikan arah GBPUSD mulai bisa diperkirakan.  Grafik harian terkini berikut memperlihatak situasi teknikal terkini GBPUSD yang masih berada dalam tren penguatan solid, namun telah mulai bisa diperkirakan kapan mulai munculnya tanda-tanda kejenuhan tren.

Kompresi antar beberapa indikator terlihat masih belum terjadi dengan meyakinkan. Namun grafik di atas juga memperlihatkan mulai terbatasnya daya beli investor  dengan ditunjukkan jarak yang semakin terbatas antara indikator garis MA-Signal dengan posisi tertinggi candle.

Gerak menguat GBPUSD lebih lanjut dengan demikian masih cukup  besar peluangnya dalam beberapa hari dan bahkan pekan sesi perdagangan ke depan. Namun gerak menguat lebih lanjut tersebut sangat mungkin akan semakin terbatas.