IHSG terlihat melakukan gerak naik tajam menjelang detik-detik penutupan sesi perdagangan hari ini Rabu (11/9).

Penutupan sesi perdagangan saham hari ini, Rabu (11/9) di Asia akhirnya diwarnai dengan gerak seragam di zona merah pada seluruh indeks. Laporan lebih lanjut menyebutkan, investor yang  masih mencoba menaruh harapan pada penurunan suku bunga acuan oleh Bank Sentral Eropa, ECB, yang kemungkinan akan diumumkan hari ini.

Harapan tersebut kemudian berpadu dengan  sentimen dari   positifnya   pasar surat utang pemerintah AS masih menjadi pertimbangan investor untuk menentukan aksi investasinya.

Laporan yang dimuat sebelumnya menyatakan,  besaran imbal hasil surat utang pemerintah AS berjangka 10 tahun yang terus menanjak untuk kini berada di kisaran 1,721%. Gerak naik besaran imbal hasil tersebut dengan demikian telah terjadi cukup konsisten dalam beberapa hari terakhir setelah sempat runtuh hingga berada di kisaran 1,4%.

Sikap optimis investor di Asia terpantau mampu bertahan hingga sesi perdagangan ditutup sore ini,  indeks Nikkei (Jepang) melonjak 0,96% untuk berada di posisi 21.597,76, indeks Hang Seng (Hong Kong)  melambung 1,78% untuk berada di posisi 27.159,06,  sementara indeks ASX 200 (Australia)  naik 0,36% untuk menjangkau posisi 6.638, serta indeks KOSPI (korea Selatan) yang menanjak 0,84% untuk berada di posisi 2.049,2.

Skap optimisme di Asia tersebut akhirnya memaksa investor di bursa saham Indonesia untuk turut terseret. Indeks harga saham gabungan (IHSG) terlihat melakukan gerak naik tajam menjelang sesi perdagangan ditutup setelah konsisten menapak gerak terbatas di hampir  sepanjang sesi perdagangan. IHSG kemudian ditutup melonjak tajam 0,71% untuk terhenti di posisi 6.381,95.

Pada pasar valuta dilaporkan,  nilai tukar Rupiah yang hingga sore ini masih betah di zona mera dengan diperdagangkan di kisaran Rp14.055 per Dolar AS atau melemah terbatas 0,2%.